News Update
Live Update Berita Terkini

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Mahyeldi Tekankan Keberlanjutan Sinergi

Jumat, 9 Okt 2026
Editor: Eky
Penulis: Jhen
Dengarkan dgn suara Siap
3.2K pembaca

PADANG (kabarpublik.id) – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya sinergitas antar lembaga dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Jawari, S.H., M.H., di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/26).

Mahyeldi mengatakan, pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa dalam organisasi, termasuk di lingkungan Polri. Namun menurutnya, berbagai hal baik yang telah dibangun perlu terus dilanjutkan dan diperkuat.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumbar, Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy beserta keluarga atas pengabdian selama memimpin Polda Sumbar. Menurutnya, meskipun masa kepemimpinan Djati relatif singkat, berbagai langkah yang dilakukan telah memberi dampak dalam memperkuat sinergi antarlembaga dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Walaupun waktunya begitu pendek, tetapi banyak meninggalkan jejak-jejak positif yang bermanfaat untuk daerah masyarakat di Sumatera Barat. Terima kasih Bapak Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy,” ucapnya.

Mahyeldi mencontohkan, salah satu hal positif yang semakin menguat selama kepemimpinan Irjen Pol. Djati adalah koordinasi antara Polda Sumbar dengan Pemerintah Provinsi, TNI, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut juga tercermin dalam upaya menjaga penegakan hukum yang profesional, berintegritas, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Irjen Pol. Djati dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan insan pers melalui forum “Duduak Basamo”. Menurut Mahyeldi, pendekatan tersebut sejalan dengan budaya Minangkabau yang mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian persoalan melalui komunikasi.

“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengapresiasi penguatan integritas internal jajaran Polda Sumbar serta kehadiran kepolisian dalam penanganan berbagai persoalan masyarakat, termasuk saat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Solok. Menurutnya, dukungan kepolisian dalam pencarian warga yang hilang dan penyediaan dapur bagi masyarakat terdampak, menjadi salah satu contoh nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Walaupun pendek dari segi waktu, tetapi dampaknya kepemimpinannya begitu terasa bagi masyarakat Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi.

Kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, Mahyeldi berharap berbagai praktik baik yang telah dibangun dapat dilanjutkan dan diperkuat. Ia juga mengajak seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“Selamat bertugas di Ranah Minang, Sumatera Barat. Mudah-mudahan hal-hal positif yang selama ini telah dihadirkan dapat terus diperkuat pada masa kepemimpinan Bapak Irjen Pol. Jawari,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama Pemerintah Provinsi, Forkopimda, jajaran kepolisian, serta masyarakat selama menjalankan tugas di Sumbar. Ia menyebut, meskipun hanya sekitar tiga bulan memimpin Polda Sumbar, berbagai dinamika masyarakat menjadi bagian dari tugas yang harus direspons secara cepat dan kolaboratif.

Djati juga berpesan agar komunikasi dengan masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, karakter masyarakat Sumbar yang terbuka membutuhkan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif. Ia berharap sinergi Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus terjaga untuk mendukung pembangunan Sumbar.

“Polri bersama masyarakat, kita akan terus lakukan langkah-langkah dan upaya untuk berkolaborasi bersama masyarakat menjaga situasi kamtibmas di Sumatera Barat agar tetap kondusif, sehingga dapat membantu Bapak Gubernur dalam membangun daerah,” katanya.

Djati selanjutnya menyampaikan permohonan pamit karena mendapat amanah baru di Badan Reformasi Agraria Nasional. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat ucapan maupun tindakan yang kurang berkenan.

Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi, Forkopimda, dan masyarakat Sumbar. Ia menyatakan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan kerja sama yang telah dibangun selama kepemimpinan sebelumnya.

“Sebagai orang baru, kami mohon izin agar kami diterima menjadi salah satu bagian dari masyarakat Sumatera Barat. Kami berkomitmen akan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Pak Kapolda yang lama,” ujar Jawari.

Jawari menegaskan, tugas kepolisian tidak dapat dijalankan sendiri. Karena itu, ia meminta dukungan, arahan, dan koreksi dari Gubernur, Forkopimda, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“Kami hadir ke sini tidak untuk berjalan sendirian, tetapi berjalan bersama Bapak Gubernur, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menyukseskan dan mengamankan Sumatera Barat sehingga terwujud Sumatera Barat yang aman dan kondusif,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.