Kemnaker Fokus Perkuat SDM Lewat Empat Pilar Strategis 2026

Senin, 11 Mei 2026
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, pada kegiatan Examination Authority (EXOT) 2026 di Al-Wildan Islamic School Jakarta, Minggu (10/5/26). (Sumber: Biro Humas Kemenaker)
Dengarkan dgn suara Siap
5.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan komitmen Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam memperkuat transformasi ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui empat pilar strategis prioritas tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan kesenjangan kompetensi dan perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi digital.

Menurut Afriansyah, Indonesia tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membangun sumber daya manusia (SDM) masa depan yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar. Kita membutuhkan talenta yang tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan inovasi baru,” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada kegiatan Examination Authority (EXOT) 2026 di Al-Wildan Islamic School Jakarta, Minggu (10/5/26).

Afriansyah menjelaskan, empat pilar strategis Kemnaker tahun 2026 meliputi penguatan pusat pelatihan vokasi, pengembangan Talent & Innovation Hub (TIH), pelatihan dan penempatan tenaga kerja disabilitas, serta pembentukan Labor Productivity Clinics.

Program pusat pelatihan vokasi difokuskan pada skilling dan reskilling guna menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri masa depan.

Sementara itu, Talent & Innovation Hub akan menjadi inkubator strategis nasional untuk mendorong lahirnya inovator dan produk kreatif berbasis teknologi.

Kemnaker juga memperkuat pelatihan dan penempatan tenaga kerja disabilitas sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kerja yang inklusif dan setara.

Adapun Labor Productivity Clinics disiapkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan nasional di tingkat global.

Afriansyah menegaskan keempat pilar tersebut akan terintegrasi dalam ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan produktif demi memperkuat daya saing nasional.

Ia optimistis penguatan SDM, khususnya di sektor ekonomi kreatif, akan menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar pembangunan nasional,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.