JAKARTA (kabarpublik.id) – Direktorat Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menyiapkan pencairan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren menjelang Hari Raya Idulfitri.
Program ini menyasar satuan pendidikan pesantren yang meliputi Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), serta Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).
Total anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp111.938.902.500 untuk 2.724 satuan pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.
Direktur Pesantren, Basnang Said, menyatakan percepatan pencairan BOS merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di pesantren, terutama menjelang momentum Idulfitri.
“Pencairan BOS Pesantren ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional pendidikan serta mendukung kelancaran proses pembelajaran,” ujarnya.
Rincian penerima bantuan terdiri dari 256 lembaga tingkat Ula, 1.361 lembaga tingkat Wustha, dan 1.107 lembaga tingkat Ulya.
Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti kegiatan belajar mengajar, honor ustaz, penguatan sarana pembelajaran, hingga operasional lembaga.
Kementerian Agama juga mengimbau seluruh lembaga penerima agar memastikan kelengkapan administrasi dan mematuhi ketentuan yang berlaku agar penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat waktu.
Melalui program ini, Kemenag berharap kualitas layanan pendidikan di pesantren terus meningkat dan memberikan manfaat luas bagi para santri di seluruh Indonesia.
(Sumber: kemenag.go.id)





