Kades Jatiwangi Pakenjeng Garut : Skala Prioritas Peningkatan Perekonomian Membangun Desa Melalui Sektor Pertanian

Selasa, 7 Des 2021
Dengarkan dgn suara Siap
15.7K pembaca

Laporan : Diki Kusnadi / Editor : YR

Garut, [kabarpublik.id] – Sampai saat ini sebagaian besar penduduk Indonesia masih  tinggal di perdesaan. Sebagian besar dari mereka pekerjaan dan sumber pendapatan utamanya adalah dari sektor pertanian. Dengan demikian dapat dikatakan membangun pertanian pada dasarnya identik dengan membangun perdesaan. Oleh karena itu, kemajuan suatu masyarakat perdesaan sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan pembangun pertanian itu sendiri demi adanya peningkatan perekonomian di tingkat desa.

Hal tersebut di katakan oleh. H, Tata kepala desa ( Kades ) Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa – Barat. Saat diwawancarai Kabarpublik.id Selasa, 07/12/2021. Menurutnya,  Membangun pertanian melalui penerapan inovasi teknologi pertanian yang efisien dalam biaya produksi dan mampu meningkatkan produktivitas secara nyata, selain mampu meningkatkan kesejahteraan petani, pada saat yang sama juga akan mampu menyediakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi penduduk perdesaaan setempat dan selain itu, kita dapat meningkatkan sumber penghasilan demi perekonomian warga desa Jatiwangi, ucapnya.

Mungkin dilain sisi, dengan adanya tajuk ‘Pemerataan Kesejahteraan Ekonomi Desa’ dari sektor pertanian mempunyai peran penting dalam peningkatan kesejahteraan petani dan pemerataan pendapatan di perdesaan yang dapat dlihat dari membaiknya Nilai Tukar Petani (NTP)  dan menurunnya Rasio Gini  di perdesaan.

Sedangkan saya sendiei selaku Kades Jatiwangi, Mengingat penguasaan lahan per petani relatif luas, dimana hampir sekitar 60  persen petani khususnya warga masyarakat desa JatiwangiI berpenghasilan dari petani. Mungkin cara yang lebih efektif dan bisa meringankan mereka adalah perbaikan atau akses jalan yang memadai, tujuannya. Guna memudahkan para petani yang ada di desa kami untuk memperlancar arus transfortasi.

Ditambahkan Tata, mungkin dengan menggabungkan sentra‐sentra pertanian yang terkait secara fungsional baik dalam faktor sumber daya alam, sosial budaya, maupun infrastruktur, sedemikian rupa sehingga memenuhi batasan luasan minimal skala prioritas di sektor ekonomi dan efektivitas manajemen pembangunan wilayah.

.” Salah satu cara yang pleksibel, Melalui pendekatan ini, maka akan fokus pada beberapa komoditas saja dan terkonsentrasi di lokasi tertentu dengan skala ekonomi, lebih mudah dalam pembinaan serta lebih efisien dari sisi penggaggaran karena dampaknya lebih terlihat dalam skala luas.  Misal untuk padi, jagung, dan ubi kayu, cabai dan sebagainya.” Tuturnya.

Begitupun dalam tatanan ekonomi  global yang semakin kompetitif,  pengembangan pembangunan pertanian dalam upaya pemerataan kesejahteraan ekonomi desa melalui pendekatan kawasan dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya lokal secara optimal berbasis inovasi teknologi dan pemberdayaan petani menjadi penting. Agar upaya ini berhasil maka perlu didukung adanya pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, peningkatan kapasitas sumberdaya petani, serta dukungan dan komitmen yang kuat dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, pungkasnya. ( DK )

No More Posts Available.

No more pages to load.