HANYA 1 ORANG GURU MENGAJAR ENAM KELAS DI LOKASI TRANSMIGRAN SANDALAN POHUWATO. APA UPAYA PEMDA?

POHUWATO273 Dilihat

Laporan: Jundi Da’i (Jarber SMSI) Editor: Mahmud Marhaba

POHUWATO [KP] – Basri, seorang guru kelas jauh yang mengajar di lokasi transmigran Sandalan, Kabupaten Pohuwato, menyampaikan pengalamannya sebagai tenaga pendidik dihadapan Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Senin (11/11/2019).

Ia mengaku merupakan satu-satunya guru yang mengajar di area transmigrasi Sandalan. Basri mengaku mengajar siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. “Meski jumlah peserta didik sedikit saya berharap Pemda atau Dinas Pendidikan dapat menambah guru dan membantu buku pelajaran dan ATK”, ujar Basri. Dirinya menegaskan jika permohonannya tidak mendapat perhatian dan respon dari Pemerintah maka ia akan mengundurkan diri sebagai guru.

Menanggapi kondisi itu, di hadapan para wakil rakyat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Rudi Daenunu, menjelaskan, untuk kelas jauh seperti di UPT Sandalan, anggaran ATK bisa di tangani melalui dan BOS Induk.

“Dalam penempatan guru, yang harus kita pahami bersama adalah ini masih wewenangnya di trasnmigrasi, dan untuk ATK saya sampaikan bahwa spidol dan ATK ada di dana bos tapi di induk”, jelas Rudi.

Rudi berharap dua guru honorer di Snadalan, yaitu Basri dan rekannya Maridi untuk tidak mengundurkan diri. Karena Dinas Pendidikan saat ini masih mencari guru tambahan yang akan ditempatkan disana.

“Untuk pak basri dan pak maridi mohon untuk tidak meninggalkan sekolah karena  itu anak- anak kita”, kata Rudi Daenunu.

Diketahui, SD kelas jauh di UPT Sandalan berjumlaj 39 siswa yang belajar di tiga ruang kelas.

Menyikapi hal tersebut, Sekda Djoni Nento nampak akan berupaya masalah pendidikan di Sandalan tidak akan terus mengalami disparitas. Pihaknya akan berupaya menempatkan guru PNS dengan jaminan tunjangan pendapatan yang lebih memadai dibanding penghasilan guru lainnya. # [KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar