MANADO (kabarpublik.id) – Gereja yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado, Sulawesi Utara, terbakar pada Sabtu (22/8). Tidak ada warga binaan yang terdampak dalam kejadian tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara Haposan Silalahi mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 16.30 Wita setelah warga binaan melaporkan adanya api di dalam gereja kepada regu pengamanan.
“Sekitar pukul 16.30 Wita, warga binaan pemasyarakatan melaporkan kepada regu pengamanan bahwa ada api di dalam gereja,” kata Haposan di Manado, Sabtu.
Laporan tersebut kemudian diteruskan oleh kepala Lapas Manado kepada Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara. Informasi itu selanjutnya dikoordinasikan dengan petugas pemadam kebakaran.
Menurut Haposan, mobil pemadam kebakaran tiba di Lapas Manado sekitar 20 menit setelah menerima laporan.
Ia memastikan kebakaran tidak berdampak terhadap warga binaan yang berada di dalam lapas.
“Semua WBP dalam keadaan aman dan baik,” ujarnya.
Haposan mengatakan penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Penyelidikan terkait penyebab dan sumber api selanjutnya akan dilakukan oleh kepolisian.
Ia menambahkan, jajaran pemasyarakatan telah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Pihaknya juga telah memberikan sosialisasi kepada petugas dan warga binaan mengenai penggunaan api serta jaringan listrik secara aman.
“Kami sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem. Sosialisasi juga sudah dilakukan kepada petugas dan WBP agar berhati-hati dengan api maupun penggunaan jaringan listrik agar tidak menyebabkan kebakaran,” kata Haposan.





