Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heatstroke di Tengah Cuaca Panas

Senin, 11 Mei 2026
Jamaah calon haji memasuki bus Shalawat diuntuk melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Citro Atmoko
Dengarkan dgn suara Siap
6.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Dokter spesialis gizi klinik dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK, mengingatkan jamaah haji agar mewaspadai risiko dehidrasi dan heatstroke atau sengatan panas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, suhu panas ekstrem dapat memicu gangguan kesehatan serius apabila jamaah tidak menjaga asupan cairan tubuh dengan baik.

“Risiko terbesar adalah kondisi dehidrasi dan heatstroke. Dehidrasi dapat mengganggu sistem tubuh, meningkatkan kerja jantung, dan memperberat fungsi ginjal,” kata Pande Putu, Senin (11/5/2026).

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan dehidrasi dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti tubuh lemas, pusing, sakit kepala, hingga mual. Dalam kondisi tertentu, jamaah juga dapat mengalami pandangan kabur dan sensasi seperti vertigo.

Ia menambahkan, dehidrasi kronis sering kali tidak disadari karena tubuh mulai kehilangan rasa haus meski cairan tubuh telah berkurang.

“Pada kondisi dehidrasi kronis, rasa haus kadang sudah tidak muncul dan produksi urine mulai berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas di Tanah Suci. Jamaah diminta rutin minum air putih, menggunakan pelindung seperti payung, serta beristirahat di tempat teduh.

Pande Putu menyarankan jamaah mengonsumsi cairan secara bertahap sepanjang hari untuk menjaga hidrasi tubuh. Kebutuhan cairan normal orang dewasa berkisar delapan hingga 10 gelas per hari dengan ukuran 250 mililiter per gelas.

Namun, kebutuhan cairan dapat meningkat saat aktivitas ibadah berlangsung intens di bawah suhu panas.

“Usahakan minum air mineral sekitar 150 mililiter setiap jam selama menjalankan ibadah,” katanya.

Selain air putih, jamaah juga dianjurkan mengonsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi dan makanan berkuah untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

No More Posts Available.

No more pages to load.