BYD M6 Cross DM Jadi Solusi Mobil Ramah Lingkungan untuk Konsumen di Daerah

Selasa, 19 Mei 2026
Tampilan mobil BYD M6 DM. (ANTARA/Chairul Rohman)
Dengarkan dgn suara Siap
3.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – BYD Motors Indonesia menawarkan BYD M6 Cross DM dengan teknologi Dual Mode (DM) sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi secara bertahap.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen, terutama di wilayah luar kota yang masih memiliki kekhawatiran terhadap penggunaan mobil listrik murni.

Menurut Luther, masih banyak masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan listrik, namun terkendala keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan mobilitas jarak jauh, khususnya di daerah rural dan luar perkotaan.

Ia menjelaskan, teknologi Dual Mode BYD telah diterima secara positif di pasar global dengan total distribusi kendaraan mencapai lebih dari 7,5 juta unit.

BYD juga menilai meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) membuat masyarakat mulai mencari kendaraan yang lebih hemat energi dan efisien untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

“Situasi ekonomi saat ini, terutama kenaikan harga BBM, membuat masyarakat membutuhkan kendaraan yang lebih efisien. Karena itu, kami melihat ini menjadi momentum tepat menghadirkan teknologi DM di Indonesia,” ujar Luther di Jakarta, Senin (19/5).

Ia menambahkan, BYD M6 Cross DM dapat menjadi solusi pelengkap bagi konsumen yang belum siap sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

BYD M6 Cross DM dibekali mesin bensin 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 72 kW dan torsi 125 Nm. Kendaraan ini juga didukung motor Electric Hybrid System (EHS) 5.0 dengan kemampuan putaran hingga 15.000 rpm.

Teknologi Dual Mode menggabungkan sistem kendaraan listrik dan hybrid sehingga memungkinkan mobil digunakan secara efisien untuk perjalanan jarak pendek maupun jarak jauh.

Motor listrik dan baterai berkapasitas besar menjadi sumber tenaga utama saat berkendara, sementara mesin bensin bekerja untuk menghasilkan energi tambahan ketika dibutuhkan. Sistem tersebut juga mampu mengombinasikan tenaga motor listrik dan mesin guna meningkatkan efisiensi saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

No More Posts Available.

No more pages to load.