News Update
Live Update Berita Terkini

BORMA LEUWIGAJAH CIMAHI TIDAK TEGAS BATASI PENGUNJUNG

Jumat, 22 Mei 2020
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
124.6K pembaca

Laporan : Roni Mulyana (JMSI), Editor : Jumadi / Mahmud

CIMAHI [KP] – Mendekati hari H Iedul Fitri 2020, pengunjung Toko Serba Ada (Toserba) Borma Leuwigajah Cimahi semakin membludak, berbondong-bondong membeli kebutuhan bahan pokok dan kebutuhan keluarga untuk lebaran. Toserba Borma yang berlokasi di Jalan Kerkof No. 19 Leuwigajah Cimahi Selatan Kota Cimahi tersebut tampak tidak tegas membatasi pengunjung sesuai protokol Covid-19.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Antrian panjang pengunjung Borma terkonsentrasi dibeberapa titik diantaranya kasir dan pintu keluar supermarket, pengunjung berdesak-desakan sehingga rawan terjadi sentuhan fisik.

Salah seorang pengunjung, Imas mengeluhkan tentang  banyaknya pengunjung sehingga sulit untuk keluar masuk toserba tersebut.

“Barangnya murah, semua ada komplit disini, cuman apa tuh, banyak orang susah mau keluar masuk. Sebenarnya takut tapi gimana ya, untuk keperluan tapi paling cuci tangan, jangan terlalu dekat, menghindar-menghindar aja,” ujarnya kepada Wartawan kabarpublik.id, Kamis (21/05/2020).

Dilain pihak Kepala Toserba Borma, Gendis mengaku sudah melakukan protokol pencegahan seperti penyediaan thermometer gun untuk mengecek suhu tubuh pengunjung, anjuran untuk memakai masker serta juga cuci tangan sebelum masuk dan himbauan untuk sosial distancing melalui pengeras suara setiap 10 menit.

“Untuk protokol kesehatan sudah kita lakukan yang pertama itu termo gun setiap konsumen dicek untuk suhu badan lalu sebelum masuk pengunjung diharapkan untuk mencuci tangan terus kita sounding juga sosial distancing itu tiap sepuluh menit,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan wartawan kabarpublik.id, karena banyaknya pengunjung yang datang terjadi kerumunan dibeberapa titik seperti kasir dan juga tempat parkir. Kasir sudah memakai masker dan dilengkapi face shield, namun tidak dilengkapi dengan penggunaan sarung tangan saat melayani.

“Kalo untuk sarung tangan itu kemarin memang disediakan cuman memang lagi tunggu dari pusat cuman kemaren tuh terhambat PSBB dari kota jadi pemesanannya tuh pada tutup,” imbuh Gendis.

Penumpukan pengunjung terjadi karena banyaknya pengunjung yang datang untuk berbelanja dan pihak Borma tidak tegas menolak konsumen dengan alasan datang untuk berbelanja.

“Nah itu dia tadi juga ditahan komplain semua konsumenya mereka tuh mau berbelanja semua malah nyelonong masuk,” tutup Gendis.#*[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.