News Update
Live Update Berita Terkini

BNPB: Modifikasi Cuaca untuk Pemadaman Karhutla Gunung Bromo

Kamis, 6 Agu 2026
Editor: Jamalul Insan
Foto udara kendaraan pengangkut wisatawan melintasi kepulan asap dari kawasan Blok Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.
Dengarkan dgn suara Siap
14.5K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan skenario Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah tambahan untuk memicu hujan dan mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo, Jawa Timur.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan opsi rekayasa cuaca tersebut disiapkan bersamaan dengan penerjunan bantuan pemadaman dari udara atau aerial firefighting.

“Selain water bombing, BNPB menyiapkan dukungan OMC yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan,” kata dia.

Suhariyanto menjelaskan integrasi pemadaman udara ini dirancang untuk memperkuat tim gabungan darat yang selama ini terhalang oleh tebing-tebing terjal di lereng Kaldera Bromo.

Penanganan darurat skala besar ini didasari atas penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026.

Status siaga darurat tingkat provinsi tersebut berlaku selama 180 hari terhitung sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026 mendatang.

Guna memperkuat payung hukum daerah terdampak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo juga menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 300.2/326/426.32/2026 terkait siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 5 Oktober 2026.

Suharyanto menegaskan ketersediaan status siaga darurat ini memberi kemudahan akses bagi pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan armada helikopter hingga teknologi modifikasi cuaca.

Penggunaan OMC dan helikopter water bombing diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang terisolasi, sehingga tidak meluas ke area hutan konservasi lainnya.

Menunjang proses tersebut, BNPB mengimbau seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan puncak musim kemarau serta mematuhi arahan penutupan sementara kawasan wisata dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini demi mempermudah operasi tim gabungan. (ant)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.