Laporan : Iswadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Jelang Ramadhan 1443 H /2026 M, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini dinas perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha kecil menengah (Disperindagkop dan UKM) beserta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Komisi 2 serta pihak Polres Tikep pantau pembongkaran barang saat kapal Tol Laut tiba di pelabuhan Trikora Tidore pada Sabtu kemarin. Minggu (27/03/2022)
Dalam pemantauan itu tim diterima langsung oleh Mualim 1 KM Logistik Nusantara, Manja Pangerab dan tim melihat langsung pembongkaran muatan dari Surabaya dengan jumlah 62 Kontener yaitu 2 kontener ayam ras,6 kontener bahan bangunan, dan 54 kontener bahan kebutuhan pokok masyarakat ( bapok )”Tuturnya
Andi Kirana sapaan akrabnya Nana juga menjelaskan,Sesuai dengan arahan dari Kemendag, khusus voyage 3 ini lebih diprioritaskan muatan Bapok karena waktu kedatangan kapal tol laut sangat strategis menjelang Ramadhan dipastikan stok & harga semua komoditi selama Ramadhan, terkendali.
Nana juga bilang untuk kebutuhan masyarakat pada lebaran nanti akan ada lagi voyage berikutnya yaitu di bulan bulan April karena round kapal tol laut ini setiap bulan
“Untuk stok lebaran nanti akan tersedia pada voyage 4 di April karena round voyage kapal tol laut 24-26 hari setiap bulannya. Artinya 26 hari kedepan, kapal tol laut akan masuk lgi,”Jelasnya
Nana juga meminta kepada kepada Tim dari Komisi 2 yang di ketua Murad Polisiri bahwa Disperindagkop dan UKM menginginkan jatah Kuota maksimal 65 Kontener dan membuat penambahan tempat persinggahan di 2 pelabuhan yang ada di kecamatan Oba dan Oba selatan pada thun 2023.
“Disperindagkop dan UKM juga telah mengusulkan tambahan pelabuhan singgah di Pelabuhan Gita & Pelabuhan Maidi pada trayek 2023, utk mendorong muatan balik dari dataran Oba sebagai lumbung hasil bumi,”tandasnya
Nana juga berharap agar pihak DPRD dan Pemerintah lancar dalam berkomunikasi sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan ini adalah butuh perhatian penuh
“Komunikasi berjalan lancar & penyampaian kendala – kendala di lapangan tersampaikan. Insya Allah menjadi perhatian Pemda & DPRD untuk ditindaklanjuti,”Harapnya
Dari komisi 2 H Umar Ismail menanggapi apa yang di usulakan oleh Disperindagkop Kota Tikep kepada anggota dewan saat di lokasi.
Umar menyampaikan bahwa pihaknya dan Tim akan ajukan usulan ini kepada Kemenhub dan juga kepada KUPP untuk pelebaran pelabuhan.
“nanti dari DPRD Tidore dorong permasalahan ini ke Kemenhub untuk dicarikan solusi atau usulkan pelebaran pelabuhan melalui KUPP,”Tanggapnya
Dari Mualim 1 KM Logistik Nusantara, Manja Pangerab menjelaskan soal keluhan dan permintaan yang disampampaikan Kabid Fasilitasi Sarana,Andi Kirana.
- sengaja tidak bisa muat lebih karena pada Trayek T-10 ada 5 pelabuhan singgah. Dr Surabaya-Tidore-Galela-Morotai-Maba-Weda-Surabaya, sehingga quota kontener harus dijatahi. Ini pun permintaan barang turun di Tidore paling banyak rata – rata 60-65 kontener setiap voyage atau Trip.
- Sebenarnya KM Logistik Nusantara 5 bisa muat 450 kontener sekali jalan, tapi pada Trayek T-10 hanya bisa muat maks 220 kontener saja, akibat kondisi dermaga di semua pelabuhan singgah Trayek T-10 tdk memadai dan Untuk pelabuhan Trikora sendiri kondisi kedalaman dermaga agak dangkal jadi sangat membahayakan kapal,”Pungkasnya
Yang dikuti dalm rombongan ini adalah dari :
- Polres Tidore dipimp Pak Wakapolres, Kasat Reskrim & 10 anggt gabungan dr Sat Reskrim, Intel & Shabara.
- Ketua Komisi 2, Murad Polisiri & Anggt Hi Umar Ismail
- Dinas Perindagkop, Kabid Fasilitasi Sarana Distribusi Perdagangan, Andi Kirana & 2 staf
- Dari KUPP & Ketua TKBM. #[KP]






