Afgan Akan Kenakan Kacamata Lagi di Konser Retrospektif 18 Tahun Berkarya

Rabu, 13 Mei 2026
Penyanyi Afgan Syahreza (kiri) dan Creative Director konser Afgan Retrospektif, Toto Prasetyo (kanan), saat konferensi pers menjelang "Afgan retrospektif: The Concert" di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Abdu Faisal
Dengarkan dgn suara Siap
2.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Penyanyi Afgan memastikan akan kembali mengenakan kacamata, aksesori yang sempat menjadi ciri khasnya, dalam konser tunggal bertajuk “Retrospektif”.

Kacamata tersebut akan dipakai saat membawakan lagu berjudul “Kacamata”, salah satu lagu dalam album terbaru Afgan yang juga bertajuk “Retrospektif”.

“Ada satu lagu yang saya pakai lagi kacamata. Kenapa lagu itu harus pakai kacamata? Karena judul lagunya memang ‘Kacamata’,” kata Afgan saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (13/5).

Keputusan menggunakan kembali kacamata di atas panggung dilakukan untuk menghadirkan nuansa nostalgia bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan karier Afgan selama 18 tahun terakhir.

Afgan mengaku sempat kehilangan rasa percaya diri setelah melepas kacamata usai menjalani prosedur lasik pada awal pandemi COVID-19. Namun, melalui konser ini, ia ingin menampilkan perubahan tersebut secara artistik sebagai simbol keberanian melampaui batas diri.

Musikus Erwin Gutawa menilai kekuatan utama konser “Retrospektif” terletak pada konsep pertunjukan yang matang dan emosional.

Menurut Erwin, konser tidak hanya sekadar menyajikan daftar lagu, tetapi juga harus menghadirkan pengalaman emosional yang utuh bagi penonton.

Ia menjelaskan, detail teknis seperti pengaturan napas penyanyi hingga keselarasan dengan orkestra menjadi elemen penting dalam menciptakan pertunjukan yang berkesan.

Dengan pengalaman panggung Afgan yang sudah matang, Erwin menyebut fokus utama saat ini adalah memperdalam rasa dalam setiap penampilan, terutama pada momen-momen emosional.

Sementara itu, Creative Director konser, Toto Prasetyo, mengatakan konser yang digelar di Jakarta Convention Center pada 18 Juli 2026 akan mengusung konsep “Mirror Perspective”.

Konsep tersebut menggabungkan floor LED dan top LED untuk menampilkan visual perjalanan karier Afgan dari masa ke masa.

“Inspirasinya dari panggung-panggung konser Afgan sebelumnya yang digabungkan dan ditingkatkan dalam konser Retrospektif ini,” ujar Prasetyo.

Konser ini juga akan mengusung konsep “Grand Symphonic Universe” yang memadukan visual, tata cahaya, tata suara, hingga aransemen musik dalam satu kesatuan pertunjukan.

Prasetyo menyebut konser tersebut akan terasa seperti buku harian yang menggambarkan perjalanan musikal Afgan dari awal karier hingga saat ini.

Selain menampilkan kemegahan visual, konser “Retrospektif” juga akan menghadirkan tiga kolaborator spesial yang disebut bakal memberikan pengalaman tak terlupakan bagi penonton.

Tiket konser Afgan “Retrospektif 18 Tahun Berkarya” saat ini dipasarkan mulai dari Rp800 ribuan untuk kategori tempat duduk termurah setelah masa prapenjualan berakhir.

No More Posts Available.

No more pages to load.