Laporan : Iswadi / Editor : YR
SULA [kabarpublik.id] – Stok BBM di SPBU habis, masyarakat di Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, masih kesulitan mencari Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tak hanya Premium, bahkan Solar, dan Minyak Tanah juga sangat sulit didapatkan yang berakibat masyarakat di wilayah sekitar kesulitan mendapatkan BBM
Bahkan setelah ditelusuri, pihak SPBU tidak bisa memastikan sampai kapan kelangkaan BBM ini berlangsung.
Hal ini juga menuai keluhan dari warga setempat. Masyarakat pemilik Kendaraan roda empat maupun roda dua di sarmi keluhkan pelayanan BBM terutama premium, yang dinilai sangat langka.
Salah seorang warga setempat pada awak media, mengaku kalau kendaraannya truknya saat ini sedang jarang beroperasi karena BBM yang langka.
“Akibat kekosongan ini, sebagian besar pemilik kendaraan, bahkan hingga para nelayan pun ikut mengeluh. Bahkan sampai memilih tidak beroperasi,” ucap warga setempat yang enggan namanya disebut, Rabu (14/07/2021).
Ia mengaku, sejak terjadinya kelangkaan BBM di wilayah Kecamatan Mangoli Utara, terkhusus Falabisahaya Hingga kini, membuat warga semakin kesulitan dan pendapatanpun menurun.
“Saya pikir semua aktifitas yang membutuhkan sarana transportasi, pasti memerlukan bahan bakar. Sedangkan kenyataan sekarang aktivitas mencari nafka pun sulit akibat selalu kekurangan stok BBM”, pungkasnya.
Dalam kasus kelangkaan BBM ini, tentu saja pihak yang paling mendapat sorotan adalah Pertamina. Sebagai BUMN, Pertamina memang diharuskan menjadi perusahaan profit, tapi di sisi lain Pertamina juga mendapat amanah untuk tetap menyalurkan BBM bersubsidi.
Warga sekitar pun berharap, agar hal ini dapat segera mendapat perhatian Pemerintah Kepulauan Sula, dalam hal ini pihak Perindagkop, untuk segera mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi di Kecamatan Mangoli Utara.
Namun hingga berita ini di tayangkan, pihak Disperindagkop dan Pertamina di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, belum juga dapat di konfirmasi. [KP]





