News Update
Live Update Berita Terkini

Wali Kota Bekasi Ajak Warga Mustika Jaya Jaga Kebersihan dan Dukung Pengolahan Sampah

Senin, 2 Mar 2026
Editor: Eky
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan di Masjid Al A’raaf, Kecamatan Mustika Jaya. Minggu (1/3/26). (Sumber: Pemkot Bekasi)
Dengarkan dgn suara Siap
60.7K pembaca

BEKASI (kabarpublik.id) – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan di Masjid Al A’raaf, Kecamatan Mustika Jaya, Minggu (1/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan terkait kebersihan lingkungan, penanganan sampah, hingga peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Tri Adhianto mengapresiasi kebersihan dan penataan Masjid Al A’raaf yang dinilai tertata rapi dan nyaman untuk beribadah. Ia memuji peran pengurus dan jamaah dalam menjaga kebersihan rumah ibadah.

“Masjid ini bersih dan tertata dengan baik. Ini menunjukkan kesadaran bersama bahwa rumah ibadah harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dorong Sekolah Bebas Sampah

Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk memulai perubahan dari hal mendasar, yakni kebersihan. Ia mendorong seluruh sekolah negeri mendeklarasikan diri sebagai sekolah bersih dan bebas sampah.

“Kita mulai dari kebersihan. Sekolah negeri tidak boleh kotor. Kesadaran harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadi teladan dalam menjaga lingkungan, dimulai dari rumah, sekolah, hingga tempat ibadah.

Dalam sambutannya, Tri mengungkapkan rencana penandatanganan kerja sama pembangunan pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah sebagai solusi konkret mengatasi persoalan sampah di Kota Bekasi.

Menurutnya, penumpukan sampah masih menjadi tantangan serius. Pemkot Bekasi telah menjalin kerja sama dengan pengelola pabrik pengolahan sampah untuk mengurai masalah secara bertahap.

“Target kami, awal 2028 satu pabrik pengolahan sampah sudah beroperasi penuh. Sungai-sungai dari Kali Asem hingga sepanjang jalan tol tidak lagi hitam dan berbau,” jelasnya.

Perbaikan Layanan Ambulans

Wali Kota juga mengimbau warga memanfaatkan kanal media sosial resminya sebagai jalur cepat koordinasi jika membutuhkan ambulans dalam kondisi darurat.

Ia berbagi pengalaman saat masih menjabat kepala dinas, ketika ambulans RSUD harus membayar hingga Rp2,5 juta untuk merujuk pasien ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Kondisi tersebut, menurutnya, sangat membebani masyarakat.

“Sebagai kepala dinas saja saya merasa pilu, apalagi warga. Saat menjadi Wakil Wali Kota, kami mulai membenahi layanan agar masyarakat tidak lagi terbebani,” ungkapnya.

Kegiatan Tarawih Keliling ini menjadi sarana Pemkot Bekasi mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyampaikan program prioritas secara langsung. Tri berharap semangat Ramadan dapat mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan pelayanan publik.

“Perubahan tidak bisa hanya dari pemerintah. Semua harus dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan melalui tindakan nyata,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.