Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengambil langkah serius dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok dan upaya pengendalian inflasi, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Ia menyampaikan, berbagai langkah yang diambil untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Salah satunya adalah menjalin kerja sama yang erat dengan pihak Bulog.
Dalam kerja sama ini kata Marten, Pemerintah Kota Gorontalo bersama Bulog mengefektifkan program beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui operasi pasar.
“Stok beras dengan kualitas medium hingga premium, kita jual di pasar dengan melibatkan distributor dan agen-agen untuk melepas semua stok berasnya, sehingga harga beras bisa terkendali,” ungkap Marten.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Gorontalo juga menjalin kerja sama dengan daerah-daerah penghasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti rica, bawang, tomat, dan lainnya. Hal ini diambil sebagai langkah konkret mengingat Kota Gorontalo bukanlah daerah penghasil pertanian.
“Dengan menjalin kerja sama ini, kami berharap dapat menjaga stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Gorontalo,” ujar Marten.
Dalam upaya pengendalian inflasi daerah, Wali Kota dua periode ini menegaskan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo akan menjalankan strategi 4K, yakni menjaga Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Strategi 4K ini diharapkan mampu mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di Kota Gorontalo.
“Pengendalian inflasi ini sangat penting dilakukan, agar tidak mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat. Sebab, kalau daya beli masyarakat menurun, maka itu akan berpotensi meningkatkan tingkat kemiskinan. Olehnya itu, kita berupaya agar hal ini tidak terjadi. Kita akan lihat barang-barang yang memicu inflasi, kita akan lakukan intervensi,” pungkasnya.






