JAKARTA (kabarpublik.id) – Kontroversi hilangnya tumbler di dalam KRL berlanjut setelah unggahan penumpang viral di media sosial. Seorang petugas keamanan bernama Argi menghubungi penumpang tersebut melalui pesan pribadi dan mengaku posisinya terancam.
Dalam pesannya, Argi menyebut dirinya hampir diberhentikan akibat unggahan yang menuding dirinya sebagai pihak yang mengambil tumbler.
“Assalamualaikum, Pak. Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk karena bapak atau istri bapak memposting di media sosial,” tulis Argi.
Ia menegaskan tidak mengambil tumbler yang dimaksud. “Demi Allah, Pak, bukan saya yang ambil tumbler tersebut. Dampaknya besar, Pak. Saya hanya petugas pelayanan di KAI. Bapak sudah membuat saya kehilangan satu-satunya sumber pendapatan saya. Apakah kebijakan saya untuk siap mengganti tumbler yang hilang masih kurang?” lanjutnya.
Pesan tersebut kembali memicu diskusi warganet. Sebagian menilai masalah ini terlalu jauh hingga mengancam karier petugas, sementara lainnya meminta klarifikasi resmi dari pihak KAI.
Hingga berita ini diturunkan, PT KAI Commuter belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi lengkap maupun informasi soal ancaman pemecatan terhadap petugas tersebut.





