SAHMIN ANCAM REKTOR IAIN, JIKA TIDAK PROFESIONAL DAN PROPORSIONAL DALAM PENYUSUNAN KABINETNYA

KONTROL188 Dilihat

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Baru saja menjabat beberapa pekan lamanya menjadi Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, DR. Lahaji Haedar, MAg sudah dihadang dan diperingati keras oleh dosennya sendiri, DR. Sahmin Madina, S.Sos., M.Si. Pasalnya, Sahmin yang baru saja meraih gelar doktor tersebut mewanti-wanti kepada Rektor untuk bisa berlaku bijaksana, professional dan proporsional dalam mengangkat para pejabat ditingkat rektorat seperti para Wakil Rektor hingga kepada kepala Lembaga dan kepala pusat studi yang ada dilingkungan kampus IAIN Gorontalo.

Disadari Sahmin, banyak spekulan dan dugaan yang memprediksi, tetapi ini bukan hal yang baru dalam setiap pasca pelantikan Rektor sehingga terjadi bergaining ini dan itu. Namun, dirinya berharap agar memberikan kepercayaan penuh kepada Rektor untuk menentukan orang yang tepat dalam setiap jabatan nanti.

“Mari kita percayakan serta kita tunggu hasil atas penjaringan dan keputusan Rektor nanti,” tegas Sahmin kepada kabarpublikgo.info.

Dietahui, saat ini secara normative panitia penjaringan yang menjaring 33 job posision atau jabatan mulai dari wakil- wakil Rektor sampai ke kepala-kepala lembaga & kepala/pusat studi.

“Saya salut dan bangga dengan langkah-langkah yang diambil oleh Rektor, dimana saat ini baru menjabat sepekan, Rektor yang dikenal dengan lowprofil, lembut tapi tegas dalam hal-hal prinsip,” ungkap Sahmin.

Memang bukan hal yang mudah ungkap Sahmin dalam menghadapi transisi, perubahan dan dinamika akdemik dengan berbagai unsur serta menentukan pilihan terutama wakil- wakil Rektor. Karena semua keputusan memiliki konsekwensi dimana ada yang diakomodir dan ada pula yang tidak diakomodir.

Sebagai mantan stafnya sejak di P3M di tahun 2000-an, Sahmin mengenal dekat secara pribadi, bahkan dirinya secara tegas menyampaikan langsung ke Rektor saat di rumah kediamanya, bahwa dalam penyusunan struktur kampus, tentunya harus duduk bersama dengan mengedepankan nilai akademik, kompentensi dan akomodir seluruh unsur.

“ini maksudnya agar visi dan misi Rektor, yang ingin menjadikan kampus sebagai sumber akedemik dan pusat peradaban Islam di bumi Gorontalo berjalan lancar dan tuntas sampai akhir jabatannya, tapi bila hal ini tidak diindahkan oleh Rektor maka saya adalah orang yang pertama keluar dari barisan Rektor dan akan berhadapan dengan Rektor demi masa depan kampus ini,” ungkap Sahmin dengan tegas dan berwibawah.

Dirinya meminta agar seluruh komponen merapatkan barisan untuk membatu Rektor 4 tahun kedepan demi masa depan kampus kita yang tercinta. (KP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar