JAKARTA (kabarpublik.id) – Jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil memastikan layanan administrasi kependudukan (adminduk) tetap berjalan optimal selama Ramadan 1447 Hijriyah.
Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, meminta seluruh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota menyesuaikan jam operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan adminduk adalah layanan dasar. Selama Ramadan, layanan tetap dibuka baik secara langsung di kantor maupun melalui kanal daring,” ujar Teguh.
Ia menegaskan, penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara harus diikuti pengaturan jam pelayanan yang lebih awal, dengan standar layanan tetap cepat dan responsif.
Penegasan layanan administrasi kependudukan tetap optimal selama Ramadan 1447 H. Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Disdukcapil kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah (2026). Seluruh wilayah Indonesia. Karena dokumen kependudukan merupakan hak dasar warga negara yang tetap dibutuhkan untuk berbagai keperluan. Dengan penyesuaian jam layanan lebih awal, optimalisasi layanan daring, program jemput bola, serta percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Penyesuaian Jam Operasional
Berdasarkan tren penyesuaian tahun sebelumnya, layanan Disdukcapil selama Ramadan umumnya dimulai lebih awal.
- Senin–Kamis: pukul 08.00 WIB hingga 14.00 atau 15.00 WIB
- Jumat: pukul 08.00 WIB hingga 11.00 atau 13.00 WIB
- Sabtu/Akhir Pekan: sejumlah daerah membuka layanan terbatas
Sebagai contoh, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukoharjo tetap menghadirkan layanan “Sabtu Ceria” selama Ramadan dengan jam terbatas.
Teguh meminta seluruh daerah mengumumkan jadwal terbaru melalui situs resmi dan media sosial masing-masing agar masyarakat mendapat informasi akurat.
Jemput Bola dan Percepatan IKD
Selain layanan reguler, Dukcapil mendorong program jemput bola bertajuk “Ramadan On The Spot”. Program ini menyasar perekaman KTP-el di lokasi tertentu, termasuk bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Pada Ramadan tahun ini, percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga menjadi prioritas, khususnya di 40 kabupaten/kota yang menjadi lokasi percontohan digitalisasi program perlindungan sosial (Perlinsos).
Menurut Teguh, aktivasi IKD penting untuk memastikan validitas data penerima manfaat bantuan sosial berbasis digital, sekaligus mendukung transformasi layanan publik yang lebih transparan.
Layanan Online dan Kanal Pengaduan
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan daring untuk menghindari antrean fisik. Di DKI Jakarta, misalnya, pengurusan dokumen dapat dilakukan melalui aplikasi Alpukat Betawi.
Selain itu, kanal pengaduan Dukcapil tetap aktif melalui:
- Live chat di situs resmi dukcapil.kemendagri.go.id
- Telepon 168
- SMS 08118781168
- Media sosial dan kanal pengaduan daring lainnya
Teguh menegaskan pihaknya akan terus memantau pelaksanaan layanan di seluruh daerah.
“Ramadan bukan alasan menurunkan standar pelayanan, melainkan momentum meningkatkan integritas, percepatan digitalisasi, dan kualitas layanan publik,” tegasnya.



