“Angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen ,” kata Presiden Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Presiden juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan dapat turun di kisaran 4,30-4,87 persen di 2027, dari sebelumnya 4,44-4,96 persen pada 2026.
“Lebih lanjut rasio gini kita targetkan harus semakin membaik pada rentang 0,362 hingga 0367 dari target sebelumnya 0,377 hingga 0,380. Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” kata Prabowo.
Rasio gini sendiri adalah statistik yang digunakan untuk mengukur ketimpangan distribusi pendapatan di populasi masyarakat.
Prabowo juga menyoroti bahwa pemerintah ingin meningkatkan Indeks Modal Manusia mencapai 0,575 pada 2027 dibandingkan 0,57 pada tahun 2026 melalui berbagai program prioritas yang tengah dilakukan pemerintah. Turut ditargetkan pula Indeks Kesejahteraan Petani dapat meningkat mencapai 0,8038 pada 2027 dari 0,7731 di tahun 2026.
“Nilai tukar petani atau NTP yang sekarang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126 harus kita perjuangkan untuk bisa kita tingkatkan lagi,” ujarnya.
Proporsi penciptaan lapangan kerja formal juga terus berupaya ditingkatkan dengan pada tahun depan ditargetkan dapat mencapai 40,81 persen dibandingkan 35,00 persen pada tahun 2026.
Target itu akan dicapai dengan serangkaian langkah kerangka ekonomi dan kebijakan fiskal dengan pemerintah dengan pemerintah menargetkan optimalisasi pendapatan negara pada 2027 yang ditargetkan mencapai 11,82 sampai dengan 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Selain itu, belanja negara juga terus didorong agar lebih efisien dan produktif dengan proyeksi pada 2027 mencapai 13,62 sampai dengan 14,80 persen dari PDB dan defisit pembiayaan pada tahun depan dapat ditekan di kisaran 1,80 sampai dengan 2,40 persen dari PDB.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 dapat mencapai 5,8-6,5 persen dan tingkat inflasi berada di 1,5-3,5 persen.
Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dijaga berada di kisaran 6,5 sampai dengan 7,3 persen.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 sampai dengan Rp17.500.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan secara langsung di hadapan DPR RI kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026. Presiden Prabowo pun menjadi Presiden RI pertama yang menyampaikan pendahuluan RAPBN, yang mencakup kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, di hadapan anggota DPR RI.
Rapat tersebut dihadiri oleh 451 anggota DPR RI sehingga ditetapkan kuorum oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Rapat Paripurna DPR RI hari ini membahas tiga agenda utama, yaitu penyampaian KEM-PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027 oleh pemerintah; laporan Badan Legislasi DPR RI atas evaluasi perubahan kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026 dilanjutkan dengan pengambilan keputusan; dan pendapat fraksi-fraksi atas RUU inisiatif Komisi III DPR RI tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan menjadi RUU usulan DPR RI. (ant)






