JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur terus mendorong percepatan pembangunan embung di wilayah Cakung sebagai langkah strategis pengendalian banjir. Upaya ini kembali ditegaskan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, saat ditemui di Jakarta, Jumat (28/11/25).
Munjirin menyatakan bahwa embung Cakung telah lama menjadi kebutuhan mendesak warga sekaligus menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menyebutkan koordinasi intensif telah dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab atas pembangunan fasilitas tersebut.
βKami sudah melakukan dorongan dan koordinasi. Mudah-mudahan segera diprogramkan. Untuk kepastian waktu mulai, silakan konfirmasi ke Dinas SDA,β ujar Munjirin.
Ia memastikan aspirasi masyarakat telah lama diterima pemerintah, dan Dinas SDA memahami pentingnya pembangunan embung bagi kawasan yang kerap terdampak banjir. Karena itu, Pemkot Jakarta Timur berharap proyek tersebut segera direalisasikan.
- Berusia 296 Tahun : Pertumbuhan Ekonomi dan IPM Kota Gorontalo Meningkat, Kemiskinan Turun
- Sat Resnarkoba Polresta Tidore Berhasil Amankan Seorang Pemuda dan Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ganja
- Bappelitbangda Kota Bukittinggi Gelar Rapat Integrated City Planning, Kantor Pertanahan Kota Bukittinggi Siap Bersinergi
Pembangunan embung Cakung diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampungan air hujan dan meminimalkan genangan di wilayah sekitar. Pemkot Jakarta Timur juga menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh proses hingga proyek benar-benar terlaksana.
Sebelumnya, warga Jalan Pool PPD RT 02/RW 07, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, meminta pemerintah mempercepat realisasi pembangunan embung sebagai langkah antisipasi banjir. Salah satu warga, Jainal, mengungkapkan bahwa meskipun beberapa tahun terakhir banjir besar mulai jarang terjadi, embung tetap penting untuk pengaturan tata air, terutama di tengah peningkatan aktivitas pembangunan infrastruktur.
Selain itu, warga juga menghadapi persoalan debu tebal dan lalu lintas kendaraan berat yang melintasi kawasan setiap hari. Meski perbaikan drainase telah dilakukan sejak rencana pembangunan Rumah Sakit Internasional, warga menilai embung tetap diperlukan untuk menjaga kawasan tetap aman dari banjir musiman.







