oleh

Pelayanan Kesehatan dan Pengelolaan Limbah Medis di RS. Aloei Saboe Sesuai SOP

Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Rumah sakit rujukan di Provinsi Gorontalo Prof. dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo selalu mengutamakan standard operasional prosedur (SOP) yang memadai, dalam melakukan pelayanan kesehatan. Tidak hanya pelayanan terhadap pasien, namun juga memperhatikan higienitas di lingkungan rumah sakit tersebut.

Hal itu sebagaimana di ungkapkan Wakil Direktur RS. Aloei Saboe dr. Boby Harun Oko saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (23/05/2022).

Ia mengatakan pelayanan yang diberikan RS Aloei Saboe semuanya diupayakan sesuai standar, termasuk penyediaan fasilitas dan menjaga lingkungan agar tetap sehat.

“Sebagai rumah sakit yang mengantongi akreditas paripurna, tentu semua yang berhubungan dengan pelayanan Insya Allah sudah terpenuhi dengan baik,” kata Mantan Kabid P2M Dinas Kesehatan itu.

Seperti diketahui RS. Aloei Saboe selain berakreditasi paripurna dari komisi akreditasi rumah sakit Kemenkes, juga merupakan satu-satunya rumah sakit di Provinsi Gorontalo tipe B pendidikan.

“Untuk kerjasamanya sudah kita lakukan bersama pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Saat ini sudah pada tahap visitasi, jika tidak ada aral melintang 2023 sudah mulai action” jelas Bobby.

Sehingga menurutnya, pelayanan yang dijalankan sudah maksimal sesuai dengan aturan dan standar operasional prosedur yang ada.

Demikian juga masalah pengelolaan limbah sampah medis. Bobby mengatakan pihak rumah sakit sudah menerapkan pengelolaan secara sandar kesehatan, melibatkan pihak ketiga untuk pengelolaannya.

“Sejak 2019 kita sudah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal penanganan pengelolaan akhir sampah medis. Kalaupun belum dijemput sampah medis tersebut, kami menyimpannya ditempat khusus agar sampah medisnya tidak tercampur dengan sampah biasa/umum,” jelas Boby.

Memang diakuinya, ditempat sampah umum/biasa masih terdapat beberapa sampah medis yang tercampur dari ruangan oleh karena kelalaian petugas atau pasien dan keluarganya dalam memilah sampah. Namun kata Boby itu hanya terjadi di tempat penampungan sementara.

“Saat untuk pembuangan akhir, tentu kita akan sortir lagi, mana sampah medis dan mana sampah rumah tangga. Sampah medis tentu akan di jemput oleh pihak ketiga, dan sampah rumah tangga akan di bawa ke TPA Talumelito” sambungnya.

Begitu pula dengan penanganan limbah B 3 Covid -19, Boby mengatakan pihak Aloei Saboe telah mendapat ijin dari dirjen pengelolaan sampah, limbah dan bahan beracun berbahaya Kementerian LH dan Kehutanan tahun 2020.

“Suratnya dikirim melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo. RS Aloei Saboe sebagai rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan Covid – 19 di Provinsi Gorontalo, dapat melakukan pemusnahan dan pembakaran sampah medis B3 yang dihasilkan insinerator,” jelasnya.

Ke depan, Boby berharap Pemerintah Provinsi dapat menyediakan tempat pembuangan akhir jenis sampah medis. Menurutnya, hal itu akan mengefiensi pengeluaran daerah untuk pembiayaan penanganan sampah medis dan akan menguntungkan pihak Provinsi Gorontalo dalam hal PAD. #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar