KOHATI HMI Gelar Pelatihan Pendamping Dan Advokasi Kasus Kekerasan Seksual

Sabtu, 18 Jun 2022
Suasana kegaiataan pelatihan
Dengarkan dgn suara Siap
6.7K pembaca

Laporan : Iswadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Korps HMI Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ushuluddin IAIN Ternate menggelar Pelatihan Pendampingan dan Advokasi Kasus Kekerasan Seksual.

Kegiatan pelatihan ini diikuti 40 peserta yang bertempat KAHMI Center depan Taman Nukila Ternate dengan “Bersama Kohati Kita Peduli dan Cegah Tindak Kekerasan Seksual,” Sabtu (18/06/2022)

Nurdewa Safar S.Pd, selaku Direktur Daurmala Malut, serta AKP. Indah Fitria Dewi Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), kemudian Khairunnisa M.Psi selaku Psikolog memandu berjalannya pelatihan.

Amalia Hamid, ketua umum KOHATI (Ketkoh) HMI Komisariat Ushuluddin IAIN Ternate, kepada wartawan mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan pelatihan Pendampingan dan Advokasi Kasus Kekerasan Seksual, yang melibatkan seluruh anggota HMI Wati Cabang Ternate

“Dengan tema, Bersama Kohati Kita Peduli dan Cegah Tindak Kekerasan Seksual ini tujuannya agar para Kohati yang ada di HMI cabang Ternate itu mengerti mengenai Pendampingan dan Advokasi Kasus Kekerasan Seksual”. Ungkapnya

Menurutnya hal ini merupakan langkah ikhitar para perempuan, terlebih lagi HMI Wati dilingkup HMI Cabang Ternate, supaya ketika ada, ataupun jika itu terjadi terhadap keluarga, sahabat bahkan terjadi kepada diri kita sendiri dapat kita atasi dengan sesuai pemahaman yang kita dapatkan dalam pelatihan.

Selain itu, pihaknya membuat pelatihan ini ialah untuk dapat mencegah dini, sehingga meski pihaknya sebagai komisariat tanpa lagi menunggu arahan dari cabang, bisa sendiri miliki langkah alternatif untuk dapat mengusik kasus itu dan sudah ketahui jika terjadi ini harus apa yang dilakukan.

“Ketika terjadi kekerasan aduan pertama yang harus dilakukan itu kemana, ke lembaga apa yang bisa membantu kita. Terus ketika melakukan pendampingan terhadap kasusnya dengan berbicara soal perlindungan, tahapannya bagaimana Supaya kasus dapat diurusi dengan baik. Ini yang juga menjadi salah satu tujuan dibuatnya kegiatan”. Tuturnya

Terpisah direktur Daurmala Malut Nurdewa Safar S.Pd. Mengatakan bahwa, pemahaman pendampingan dan advokasi kasus penting di tiap organisasi perempuan dikarenakan issu perempuan dan anak ini lagi marak terjadi. Apalagi berkaitan dengan kekerasan seksual.

“Jadi melalui pelatihan ini, dapat menjadi kekuatan baru sebagai kelompok-kelompok perempuan. Apalagi di KOHATI ini harus menjaga lingkungannya menjaga organisasinya. Ketika ada kasus kekerasan seksual mereka sendiri bisa malakukan advokasi dan pendampingan karena mereka sudah memahami apa jenis-jenis advokasi dan kasusnya”.pungkasnya #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.