oleh

Ketua Fraksi PAN Tikep Soroti Pembangunan Pelabuhan Rum Tidore.

Laporan : Iswadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Umar Ismail, menyoroti pembangunan Pelabuhan diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan dikepalai Daud Muhammad. Minggu (26/12/2021)

Alasan kritik itu pula harus dikemukakan Umar, lantaran didapati ada beberapa kekurangan yang harusnya difasilitasi ke dalam dermaga penumpang tersebut.

Seperti penyediaan jalur khusus untuk penyandang cacat, sehingga mereka melintas naik maupun turun dari armada laut dimudahkan, katanya, seharusnya namanya layanan publik harus juga turut terakses bagi penyandang disabilitas.

Apalagi, penerapan aksesibilitas di sub sektor transportasi laut sudah diatur dalam PM Perhubungan nomor 37 tahun 2015,”Ujarnya.

Olehnya itu, Ia mengaku pernah menyarankan kepada kepala Dinas Perhubungan, Daud Muhammad, meminta agar menyisakan satu anak tangga dibuat miring, supaya tidak menyulitkan pengguna kursi roda nantinya.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tikep, Umar Ismail

“Saya sarankan di Kadis anak tangga satu ini dibuat lucur, supaya ada yang pake kursi roda bisa manfaatkan itu, “tandasnya

Ketua fraksi PAN juga bilang, letak papan nama harus diposisi yang tinggi agar bisa dimanfaatkan saat kabut agar dari kejauhan bisa nampak terlihat, Nama yang di tuliskan juga harus di ubah cara penulisannya.

“Papan nama pelabuhan juga posisi di bagian tertinggi sehingga bisa nampak dari jauh disaat datangnya kabut karena ada lampu dipasangkan, Nama yang ditulis juga harus di ubah Krena nanti dinalai kita kaya bahasa, “jelasnya

Beliau juga menyoalkan Wike paper yang digunakan sangat murah dan mudah dilepas karena pelabuhan merupakan ruang publik dan hal ini pasti akan terjadi suatu saat nanti.

“Wike paper yang dorang (mereka) Pasang itu cepat takupas dan harganya juga murah, itu tempat umum jika terlepas sediki kong orang Iko sobek pasti takupas,” lanjutnya

Kadishub Tikep, Daud Muhammad (pakai jaket) tinjau pelabuhan spit boat yang baru diwaktu malam

Perlu diketahui, Dishub bertindak sebagai regulator pada pelabuhan yang diusahakan secara komersial, tentu Otoritas Pelabuhan memiliki peran dan tanggung jawab dalam menetapkan standar kinerja pelayanan operasional pelabuhan.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Daud Muhammad saat dikonfirmasi menanggapi, Soal standar di pelabuhan Rum itu sudah layak karena banyak fasilitas yang di siapkan.

“Standar apa dulu, di dalam ruang tunggu itu so ada ruangan untuk masyarakat, Ruang vvip, Ruang menyusui, Ruang syahbandar, Ruang polisi, mushalla, dan Ruang karcis…jadi kalau untuk Ruang Tunggu pelabuhan Rum itu sudah layak, “Ungkapnya

Daud juga bilang soal belum adanya jalan khusus untuk difabel itu karena masih berkelanjutan.

“Jalan untuk penyandang cacat itu nanti di bikin saat rehab jembatan sisi laut baru bikin sekalian, “Imbuhnya

Soal papan nama dan tulisannya, Kadishub Tikep Daud mengatakan bahwa sudah sesuai karena sama dengan tuliskan di pelabuhan Penyebrangan Fery.

“Soal papan nama itu bisa ya bisa tidak karna tong pake nama PELABUHAN LAUT RUM, Kalimat laut itu menunjukkan posisi hirarki kepelabuhanan, Sama dengan pelabuhan Fery..dong pake PELABUHAN PENYEBRANGAN FERY RUM, “Pungkasnya #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar