Kemnaker Tingkatkan Kompetensi Ahli K3 Umum Lewat Sertifikasi Nasional

Kamis, 14 Mei 2026
Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker, Ismail Pakaya. (Foto: Biro Humas Kemnaker)
Dengarkan dgn suara Siap
2.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi tenaga kerja di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui kegiatan Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker, Ismail Pakaya, mengatakan penguatan kompetensi K3 menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di sektor industri.

“Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar proses administratif, tetapi juga memastikan calon Ahli K3 memahami norma dan prinsip K3 agar mampu menjalankan perannya secara profesional dalam menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif,” ujar Ismail di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum Batch 2 berlangsung pada 12–13 Mei 2026 dan diikuti sebanyak 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pelaksanaan evaluasi dilakukan serentak di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Salah satu peserta asal Lamongan, Syibro Ihmi, menilai kompetensi K3 kini menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kerja yang ingin bersaing di dunia industri.

“Untuk memasuki dunia industri diperlukan kompetensi di bidang K3. Karena itu saya mengikuti kegiatan ini agar memahami dan menguasai penerapan K3 di tempat kerja,” katanya.

Syibro mengungkapkan tantangan penerapan K3 di lapangan masih cukup besar, terutama terkait kesadaran pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) dan menjalankan standar keselamatan kerja.

“Masih ada pekerja yang mengutamakan kepraktisan dan mengabaikan keselamatan. Padahal, perlindungan kerja sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja,” ujarnya.

Ia juga menilai peran Ahli K3 tidak hanya memahami regulasi dan aspek teknis, tetapi turut membangun budaya keselamatan melalui edukasi kepada pekerja.

Peserta lainnya asal Makassar, Aidil Cahyadi, mengatakan tantangan terbesar selama mengikuti pembinaan adalah membagi waktu antara pekerjaan dan proses belajar.

“Namun tantangan tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang,” kata Aidil.

Menurutnya, sertifikasi Ahli K3 memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai penerapan keselamatan kerja, baik dari sisi teori maupun praktik langsung di lingkungan industri.

“Kegiatan ini sangat penting karena membantu kami memahami penerapan K3 di tempat kerja secara lebih komprehensif,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.