PANDEGLANG (kabarpublik.id) – Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong transformasi pondok pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus akses kerja bagi santri dan alumni.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Empowerment: Pesantren Will Impact yang digelar di Pondok Pesantren Labibah Muawanah (MALNU), Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini dihadiri para kiai, pengasuh pesantren, santri, serta mitra lintas sektor.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Nunung Nuryartono, menyatakan pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan karakter dan nilai kebangsaan, tetapi juga harus menjadi titik awal pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Nunung.
Kolaborasi Rekrutmen Kerja Alumni Pesantren
Sebagai langkah konkret, Kemenko PM menghadirkan peluang kerja bagi alumni pesantren melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Model sinergi serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah kawasan industri seperti Semarang, Batang, dan Kendal, dengan membuka akses rekrutmen bagi lulusan pesantren.
Selain akses ketenagakerjaan, kegiatan ini turut menghadirkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan guna memastikan santri dan alumni memperoleh perlindungan jaminan sosial saat memasuki dunia kerja.
Pesantren sebagai Pilar Pemberdayaan
Kemenko PM menegaskan transformasi pesantren membutuhkan pendekatan terintegrasi. Selain penguatan pendidikan agama, santri juga perlu dibekali keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk literasi keuangan dan akses pembiayaan.
Menurut Nunung, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi tersebut. Pemerintah berkomitmen menggandeng pesantren sebagai pilar strategis dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memastikan pemberdayaan masyarakat dimulai dari akar rumput, termasuk lingkungan pesantren.
Dengan dukungan para kiai, pengasuh pesantren, serta sinergi kementerian dan lembaga terkait, pesantren diharapkan semakin berperan sebagai pusat manfaat, pusat pemberdayaan, dan motor penggerak kesejahteraan.
Dorongan transformasi pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan akses kerja santri. Kemenko PM, diwakili Deputi Nunung Nuryartono, bersama mitra seperti PNM dan BPJS. Rabu, 18 Februari 2026. Pondok Pesantren Labibah Muawanah (MALNU), Menes, Pandeglang, Banten. Untuk memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan ekonomi dan membuka peluang kerja bagi santri serta alumni. Melalui kolaborasi rekrutmen kerja, penguatan literasi keuangan, akses pembiayaan, dan perlindungan jaminan sosial.





