KAPOLDA WAHYU WIDADA TARGETKAN HARUS ADA PUTRA DAERAH GORONTALO YANG LOLOS KE AKPOL DI TAHUN 2020

Selasa, 19 Nov 2019
Dengarkan dgn suara Siap
10.1K pembaca

Laporan: Tim Kabar Publik (Jarber SMSI) Editor: Mahmud Marhaba

GORONTALO [KP] – Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo Brigjen Pol. Drs. Wahyu Widada ,M.Phil,  merasa prihatin sangat menyayangkan tidak adanya putera-puteri asal Gorontalo yang lolos dalam rekruitmen Akademi Kepolisian (AKPOL) selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

Ia mengatakan, sebagaimana analisa data di Biro SDM Polda Gorontalo, tidak adanya perwakilan Gorontalo itu disebabkan oleh tidak terpenuhinya syarat kompetensi bagi calon taruna/taruni AKPOL.

Kondisi tersebut pun dinilainya menjadi tantangan tersendiri, sehingga ia menargetkan harus ada putra-putri Gorontalo yang lolos dalam rekrutmen AKPOL pada tahun 2020.

“Saya merasa prihatin, selama tiga tahun berturut-turut tidak ada perwakilan putra putri Gorontalo yang lolos dalam rekruitmen Perwira Polisi AKPOL. Ini menjadi tantangan bagi saya dan kita semua untuk bisa membantu Propinsi Gorontalo, mempersiapkan pemuda pemudinya untuk bisa lolos dalam rekruitmen Akpol berikut,” ujar Kapolda Wahyu Widada, ditengah sambutannya dalam acara pisah Sambut Karo SDM dan Kabid Propam Polda Gorontalo, Selasa (19/11/2019).

Karenanya ia meminta para Kapolres se Gorontalo untuk melakukan mapping (pemetaan) dalam rangka mempersiapkan insan-insan unggul yang siap mengikuti seleksi rekruitmen tahun mendatang.

“Silahkan para Kapolres, lakukan mapping yang bagus di wilayah masing-masing, mana pemuda pemudi yang terbaik dan berikan pembinaan pembekalan sepenuhnya agar bisa lolos dalam rekruitmen tahun depan”, imbuh Widada.

Pada kesempatan pisah sambut itu ia menegaskan tugas Polri tidak hanya sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum, memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. “Namun kita harus juga bisa menjaga peradaban, yakni, menciptakan manusia-manusia yang maju tingkat kehidupan lahir dan batin”, tandas Kapolda.

Sementara itu, Karo SDM Polda Gorontalo melalui Kabag Dalpers AKBP Kurniawan, mengungkapkan tidak adanya keterwakilan Propinsi Gorontalo dalam seleksi AKPOL memang dipengaruhi oleh tidak terpenuhinya standar nilai nasional.

“Para Casis AKPOL dari Propinsi Gorontalo kebanyakan gugur akibat nilai ujian nasional di bawah standar dari yang telah ditentukan”, ungkapnya.

Selain kegagalan mencetak kader AKPOL, kata dia, penjaringan SIPSS Propinsi Gorontalo juga disayangkan mencatatkan kuota nihil, alias  tidak ada yang lolos.

Karenanya ia menjelaskan Polda Gorontalo telah membentuk Program Pra AKPOL untuk menjaring siswa-siswi yang berminat menjadi Polisi. “Kita akan berikan bekal pelatihan sebelum menghadapi tes seleksi yang sebenarnya,” ungkap Kurniawan.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, SIK, menegaskan, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Drs. Wahyu Widada ,M.Phi, bertekad mendukung pemerintah daerah dalam memajukan Propinsi Gorontalo agar menjadi Provinsi yang terpandang.

“Bapak Kapolda memiliki tekad yang kuat untuk andil dalam memajukan provinsi Gorontalo. Beliau prihatin, setelah melihat data rekruitmen AKPOL. Selama tiga tahun berturut-turut tidak ada keterwakilan dari Provinsi ini. Oleh karenanya beliau menargetkan tahun 2020 harus ada wakil dari pemuda-pemudi Gorontalo,” ujarnya.

Karenanya Wahyu menghimbau peran para orang tua untuk turut membantu upaya Kapolda dalam mempersiapkan mental spritual putra putrinya agar lulus dan lolos menjadi perwira AKPOL. # [KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.