Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Diproyeksi Melemah Terbatas, Investor Lakukan Aksi Ambil Untung Jelang Akhir Pekan

Jumat, 17 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
ILustrasi: Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO
Dengarkan dgn suara Siap
9.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Jumat (17/7), seiring aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor menjelang akhir pekan.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 4,63 poin atau 0,08 persen ke level 6.112,84. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan naik 0,31 poin atau 0,05 persen menjadi 608,89.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang support 6.000 dan resistance 6.220.

Menurut Nico, sentimen global masih menjadi faktor utama yang membebani pasar keuangan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia setelah terganggunya distribusi melalui Selat Hormuz.

Penurunan volume pengiriman minyak dari sekitar 9,4 juta barel menjadi 5,5 juta barel mendorong harga minyak mentah menguat. Minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup di level 79,55 dolar AS per barel, sedangkan Brent mencapai 84,23 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan tekanan terhadap pasar saham dan obligasi, sekaligus membuka peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) apabila lonjakan harga energi terus berlanjut.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 mencapai 462,4 miliar dolar AS atau tumbuh 2,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat sebesar 30,6 persen, dengan sekitar 84,6 persen merupakan utang berjangka panjang. Struktur tersebut dinilai masih menjaga risiko pembiayaan kembali pada level yang aman.

Nico menilai peningkatan ULN menunjukkan pemerintah masih memanfaatkan pembiayaan eksternal untuk mendukung anggaran negara dan pembangunan, namun pertumbuhannya tetap terkendali.

Meski demikian, ia mengingatkan pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya suku bunga global dapat meningkatkan beban pembayaran utang di masa mendatang. Selama pembiayaan digunakan untuk sektor produktif dan disiplin fiskal tetap terjaga, kenaikan ULN dinilai belum menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional.

Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa ditutup bervariasi. Indeks Euro Stoxx 50 dan FTSE 100 Inggris menguat, sedangkan DAX Jerman serta CAC 40 Prancis melemah.

Di Amerika Serikat, seluruh indeks utama Wall Street berakhir di zona merah. Indeks S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average masing-masing ditutup melemah.

Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia pada Jumat pagi juga cenderung beragam, dengan indeks Nikkei, Shanghai, Shenzhen, dan Strait Times melemah, sedangkan Hang Seng mencatat penguatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.