oleh

IDI Gorontalo Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Dugaan Malpraktek di RS Multazam

Laporan : Rifaldy Polamolo / Editor : YR

Gorontalo [Kabarpublik.id] – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo telah mengeluarkan pernyataan resmi tertulis atas dugaan kasus malpraktek yang dilakukan di Rumah Sakit Multazam Gorontalo.

Dalam press release tersebut, IDI Wilayah Gorontalo melangsungkan rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan merumuskan 7 hal penting yang diharapkan dapat diketahui oleh semua pihak.

Berikut 7 pernyataan resmi tertulis yang disampaikan IDI Wilayah Gorontalo:

  1. IDI menyampaikan ikut berbela sungkawa atas wafatnya pasien berinisial MG pada Jumat 15 Oktober 2021. Teriring doa semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.
  2. IDI telah meminta kepada komite medik kedua rumah sakit untuk secepatnya melaksanakan audit medis atas kasus tersebut
  3. IDI telah menerima aduan resmi dari penasehat hukum sebagai penerima kuasa dari suami almarhumah terkait kasus tersebut dan telah meminta Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk memproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku
  4. IDI meminta kepada sejumlah pihak untuk menahan diri untuk tidak menjustifikasi tindakan yang dilakukan oleh dokter termasuk malpraktek dan lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum ada keputusan resmi dari MKEK IDI.
  5. IDI telah melakukan klarifikasi dan konfirmasi kepada sejumlah dokter yang disebut-sebut dalam pemberitaan tersebut dan mendapatkan bahwa tidak ada perbedaan hasil pemeriksaan di antara para dokter tersebut terhadap pasien.
  6. IDI menyesalkan pemberitaan yang dilakukan sejumlah media online yang tidak berimbang dan cenderung beropini menghakimi dokter dan Rumah sakit. Media online hanya memuat informasi sepihak dari keluarga pasien tanpa diimbangi klarifikasi dan konfirmasi dari pihak dokter. Hal ini jelas tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dan 3 serta Undang-Undang No.40 tahun 1999 tentang pers pasal 5 ayat 1
  7. IDI menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu sesuai Undang-Undang No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 28 ayat 2.

Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Gorontalo, Irawan Huntuyungo menambahkan, akan segera melalukan pres conference setelah sidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dilakukan.

“Setelah diadakannya sidang oleh komisi etik kedokteran maka IDI dan perhimpunan keseminatan (PABI dan POGI) akan melalulan pers conference” Kata Irawan saat dihubungi. Minggu (17/10/2021). #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1

Komentar

News Feed