DUA KANDIDIAT CAWALI FIKRAM DAN YUNUS DAFTAR DI PARTAI GOLKAR

POLITIK178 Dilihat

Laporan : Tim Kabar Publik
Editor : Mahmud Marhaba

SMART CITY (KP) – Setelah dibuka kran penjarinagn calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Gorontalo periode 2018-2023, banyak figure yang bermunculan. Ini mendakan, Golkar masih diminati oleh beberapa kandidiat yang ingin menggunakan partai berlambang Beringin sebagai kendaraan politiknya.
Salah satu calon yang sejak awal begitu kuat ingin meramaikan bursa calon Walikota dan calon Wakil Walikota Gorontalo yakni Yunus Nusi. Beliau merupakan putra daerah yang sukses di daratan Kalimantan. Tujuannya tidak lain ingin membangun selayaknya dirinya sukses di tanah rantau.
Yunus Nusi dikenal leh kalangan sepak bola nasional, karena saat ini dirinya dipercayakan pada salah satu pengurus PSSI Pusat. Roh sepak bola yang didambakan akan menghiasi perjalanan sepak bola di Gorontalo seperti beberapa tahun kemarin.
Kekuatan untuk meraih suara bakal didapatinya dari fans Persigo yang diboyongnya saat pendaftaran pagi tadi, Rabu (9/8/2017). Ini merupakan kekuatan yang bisa menambah perolehan suara bersama calon Walikota yang bakal berpasangan dengan dirinya.
Diluar dugaan, saah seorang anggota Dewan provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, juga mendaftar sebagai calon Wakil Walikota. Dirinya bertandang ke kantor DPD II Golkar Kota Gorontalo untuk menjemput formulir pendaftaran. Dirinya bertekat untuk menjadi pendamping caon Walikota yang diakomodir oleh Partai Golkar.
Fikram Salilama yang juga sebagai ketua Fraksi Partai Golkar Dewan provinsi Gorontalo itu membawa pulang formulir pendaftaran calon Wakil Walikota. “Ini tentunya akan memperkaya calon yang nantinya akan diakomodir oleh Partai Golkar pada Pilwako mendatang,” ungkap sumber Kabar Publik.
Persaingan ketat pastinya bakal terjadi dengan masuknya beberapa figure potensial yang akan ditandemkan dengan calon Walikota dari Partai Golkar.
Diketahui, Golkar tidak akan bisa mencalonkan sendiri kandidatnya dan diwajibkan melakukan koalisi dengan Partai lainnya. Makanya, Marten tidak gegabah untuk menentukan siapa calon pendampingnya nanti jika dirinya diakomodir sebagai calon Walikota dari Partai yang dipimpinya.
“Persoalan calon Walikota belum bisa ditentukan saat ini. Itu harus melalui mekanisme Partai yang akan berkoalisi dengan partai Gorlar,” ungkap Marten Taha pada suatu kesempatan saat berbincang dengan wartawan Kabar Publik.
Bocoran yang diperoleh oleh Kabar Publik terkait Partai yang bakal digandeng Partai Golkar diantaranya Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang (PBB). Jika merujuk kemesraan yang diperoleh saat Pilgub kemarin, Partai Demokrat berpeluang besar untuk berkoalisi dengan partai Golkar. Namun, matematika politik tidak bisa dipastikan, selalu berubah hingga saat-saat mendekati pendaftaran pasangan calon di KPU nanti. (KP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar