Dokter Ingatkan Bahaya Konsumsi Kopi Berlebihan Saat Tubuh Kelelahan

Selasa, 19 Mei 2026
Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K menjelaskan fungsi elektrolit bagi tubuh dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Dengarkan dgn suara Siap
2.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, Diana Felicia Suganda, mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan mengonsumsi kopi ketika tubuh sedang kelelahan.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5), Diana mengatakan kopi memang dapat memberikan efek stimulan sementara yang membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, kandungan kafein di dalamnya memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine.

Menurut dia, peningkatan produksi urine membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan elektrolit penting seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium.

Padahal, elektrolit memiliki peran penting dalam menjaga stamina, energi, fokus, serta membantu keseimbangan cairan tubuh.

“Kopi memang bisa memberikan efek segar sesaat, tetapi jika dikonsumsi berlebihan saat tubuh lelah justru dapat mempercepat dehidrasi,” ujar Diana.

Ia menjelaskan elektrolit juga berfungsi mendukung kerja otot saat kontraksi dan relaksasi, menjaga tekanan darah, membantu fungsi jantung dan sistem saraf, serta menjaga kesehatan tulang dan otot.

Karena itu, Diana menyarankan masyarakat, terutama yang rutin berolahraga, lebih memperhatikan asupan cairan dan elektrolit dibandingkan mengandalkan kopi untuk mengurangi rasa lelah.

Meski demikian, ia menegaskan kopi tetap boleh dikonsumsi, termasuk sebagai minuman sebelum olahraga atau pre-workout, asalkan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

“Kalau memang membutuhkan kopi sebagai pre-workout silakan saja, tetapi pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup cairan dan elektrolit,” katanya.

Diana menambahkan kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda dan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh serta berat badan masing-masing.

Menurutnya, sekitar 60 hingga 65 persen tubuh manusia terdiri dari cairan yang mencakup air, darah, plasma, dan elektrolit. Karena itu, menjaga keseimbangan cairan tubuh menjadi hal penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.