Breaking News
Live Update Berita Terkini

Dinsos DKI Bangun Kemandirian dan Mental Lewat Pertanian Kota

Selasa, 9 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Dinas Sosial DKI Jakarta Ratu Dian Cherrawati melakukan kegiatan bercocok tanam atau pertanian perkotaan (urban farming) di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Jalan Swadaya Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur
Dengarkan dgn suara Siap
4.2K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Program pertanian perkotaan (urban farming) yang dikembangkan di lingkungan Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 milik Dinas Sosial DKI Jakarta menjadi salah satu inovasi pemberdayaan yang dapat membangun kemandirian dan mental para penghuni.

“Kegiatan urban farming ini, selain mendukung ketahanan dan kemandirian pangan, juga berfungsi sebagai sarana terapi psikologis serta media edukasi keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Dinas Sosial DKI Jakarta Ratu Dian Cherrawati di Jakarta, Selasa.

Urban farming dilakukan dengan metode yang sederhana dan mudah, seperti memanfaatkan lahan terbatas di area panti untuk menanam sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat keluarga.

Dian menyebut teknik yang dilakukan mulai dari penanaman menggunakan polybag, sistem vertikultur, hidroponik, hingga pemanfaatan pekarangan yang tersedia secara optimal.

Menurutnya, program urban farming telah memberikan dampak positif yang tidak hanya dirasakan dari hasil panen, tetapi juga dari proses pembelajaran yang dijalani para penghuni panti.

Selain itu, kegiatan bercocok tanam menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena melibatkan penghuni secara langsung dalam setiap tahapan budidaya tanaman.

“Kegiatan urban farming tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh penghuni panti, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung dalam bercocok tanam,” jelas Dian.

Dalam pelaksanaannya, para penghuni dilibatkan sejak tahap penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga proses panen. Keterlibatan aktif tersebut mampu membangun rasa tanggung jawab, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antarpenghuni.

Selain memberikan manfaat edukatif, aktivitas berkebun juga terbukti memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.

Interaksi dengan tanaman dan lingkungan hijau membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman bagi para penghuni panti.

“Aktivitas berkebun juga terbukti membantu mengurangi tingkat stres dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental,” ucap Dian.

Dari sisi ekonomi, hasil panen yang diperoleh dari program pertanian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari penghuni panti. Langkah ini turut membantu mengurangi biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk penyediaan bahan pangan.

Dengan biaya perawatan yang relatif terjangkau dan tidak membutuhkan lahan yang luas, urban farming menjadi solusi efektif dalam mengoptimalkan ruang yang tersedia di lingkungan panti sosial.

Program ini juga dinilai relevan untuk diterapkan di berbagai lembaga sosial maupun lingkungan permukiman perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa pertanian perkotaan tidak hanya berperan dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang mampu membentuk karakter, keterampilan, dan kemandirian para penghuni panti.

Dian berharap program pertanian kota itu dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin luas dan dirasakan oleh lebih banyak penghuni panti pada masa mendatang. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.