MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Gerakan Pangan Murah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan resmi diselenggarakan bertempat di taman Film Benteng Orange, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Rabu (15/11/2023).
Gerakan Pangan murah ini dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan (Ketpang) Kota Ternate bekerja sama dengan Perum Divre Bulog Ternate, BI Maluku Utara, PT Laris Manis Utama, Mega Ponsel, PT. Firma Agung, Tokoh Sinar Bima Ternate, Tokoh Kusuma Samudra, UMKM dan Kelompok Tani.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Sekda Kota Ternate, Kepala Perum Bulog Kota Ternate, Dandim atau yang mewakili Pasi Pers Kodim 1501/Ternate, BI Perwakilan Maluku Utara, dan beberapa tamu undangan lainnya.

“Gerakan pangan murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan harga bahan kebutuhan pokok dan mengurangi tingkat inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru Nataru. Kita ketahui bahwa inflasi di Kota Ternate mengalami peningkatan 0, 42 persen, yang dimana tahun sebelumnya 31 persen,” ucapnya Kepala Dinas Ketpang Kota Ternate, Muhamad Hartono kepada awak media di sela-sela kegiatan.
Dengan terjadinya inflasi tersebut dikatakan maka pihaknya yang memiliki tugas dan fungsi atau tupoksi harus mengendalikan. Muhamad menjelaskan, pasar murah ini selain membantu masyarakat Kota Ternate terutama yang berpenghasilan menengah kebawah agar mendapatkan pangan murah juga tujuannya adalah menekan angka inflasi di Kota Ternate.
Sementara itu, untuk puluhan komoditas pangan yang disiapkan dalam pangan murah ini, yaitu diantaranya beras premium spesial sebanyak 1,6 ton, beras medium (SPHP) 1,4 ton, gula pasir KTK 400 kg, terigu segitiga biru 120 kg, serta minyak goreng Masku sebanyak 480 liter.
“Bukan hanya itu, tapi juga ada telur 300 rak,
bawang merah 100 kg, bawang putih 80 Kg,
cabe keriting 60 Kg, cabe rawit 25 kg, tomat 60 kg, dan buah-buahan sebanyak 100 kemasan,” sebut mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Halmahera Selatan itu.
Selain itu, harga yang diberikan kepada mereka (masyarakat) dikatakan, harga yang dipasarkan ini dibawah dibandingkan di pasar. Kalau telur misalkan di pasar di jual dengan harga Rp 65 maka disini di jual 30 butir atau per rak Rp 53 ribu, begitu juga harga pangan yang lain.






