Breaking News
Live Update Berita Terkini

DEN Harus Wujudkan Kedaulatan dan Transisi menuju Energi Hijau

Kamis, 13 Nov 2025
Oleh: admin
Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan. Repro Parlementaria
Dengarkan dgn suara Siap
6.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik) – Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menekankan pentingnya peran strategis Dewan Energi Nasional (DEN) mengawal pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Menurutnya, kebijakan energi nasional harus benar-benar diarahkan untuk mencapai kedaulatan energi yang adil, merata, dan mensejahterakan rakyat.

“DEN berperan strategis mengimplementasikan PP Nomor 40 Tahun 2025 dan harus mengawal serta memberikan dukungan penuh pada Kementerian ESDM dalam menjalankan rencana-rencana strategis, terkait energi baru dan terbarukan,” katanya, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Sekjen DEN, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

Dikutip dari Parlementaria, Kamis (13/11/2025), Rokhmat mengatakan, arah kebijakan energi nasional harus sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.

Dia mengingatkan, target pertumbuhan ekonomi 6–7 persen pada 2026 dan 8 persen di akhir masa pemerintahan (2029) membutuhkan dukungan kuat dari sektor energi yang berkelanjutan.

DEN, kata dia, juga perlu menegaskan kepada masyarakat bahwa kebijakan energi bukan semata urusan teknis, tetapi bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan bersama. Ia mencontohkan rencana investasi swasta mengolah sampah menjadi energi listrik sebagai wujud nyata transformasi menuju energi hijau.

“DEN perlu memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa sampah bukan hanya masalah daerah, tetapi nasional dan global. (Jika dikelola dengan baik) bisa menjadi sumber energi listrik. Masyarakat juga perlu tahu berapa biayanya dan apa manfaatnya,” papar politisi Gerindra itu.

Ketergantungan Pulau Jawa terhadap tenaga listrik berbasis batu bara yang masih sangat tinggi juga disorot. Ia mendorong pemanfaatan potensi geothermal (panas bumi) untuk memenuhi kebutuhan listrik yang mencapai sekitar 24 ribu megawatt, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah penghasil energi.

“(Ketika ada pengembangan) geothermal di Gunung Rinjani, Gunung Slamet, Gunung Semeru, Gunung Ciremai, atau Gunung Salak, mekanisme bagi hasilnya harus menguntungkan daerah. Ini sangat penting,” tegasnya.

Rokhmat juga menyoroti potensi besar energi terbarukan lainnya, mulai tenaga surya di gedung-gedung tinggi dan danau, hingga tenaga bayu (angin) di wilayah selatan Jawa, dari Pangandaran sampai Banyuwangi.

Menurutnya, diversifikasi energi ini penting untuk mendukung kedaulatan energi nasional dan membuka peluang ekspor energi bersih.

“Mimpi besar Presiden Prabowo adalah kedaulatan energi dan kedaulatan sumber daya alam yang benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Agar kita bisa menjual energi kita ke negara-negara tetangga seperti Singapura. Ini penting untuk masa depan Indonesia yang hijau dan sejahtera,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.