Usai pertemuan tersebut, Chatib menjelaskan bahwa pembahasan yang dilakukan bersama Presiden Prabowo berkaitan dengan kondisi dan perkembangan ekonomi.
“Nggak ada (tawaran jadi Menteri Keuangan). Ini kita bahas soal ekonomi kok,” ujar Chatib menjawab pertanyaan awak media.
Chatib juga membantah dirinya berada dalam forum yang sama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat bertemu Presiden.
Chatib menegaskan bahwa dirinya bertemu Presiden Prabowo bersama dengan jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN), termasuk Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
“Pak Menkes? Oh nggak ada. Saya sama DEN saja,” katanya.
Chatib Basri, yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, santer diisukan menjadi Menteri Keuangan yang baru menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa.
Selain Chatib, muncul pula nama Menkes Budi Gunadi Sadikin yang santer diisukan akan digeser posisinya menjadi Menkeu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memanggil sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa sore, termasuk Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin di tengah maraknya isu perombakan Kabinet Merah Putih, khususnya mengenai posisi menteri keuangan yang saat ini diisi Purbaya Yudhi Sadewa.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tetap melanjutkan jabatannya sebagai bendahara negara sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,” kelakar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6).
Purbaya mempertanyakan asal muasal rumor yang menyebutkan pengunduran dirinya dari kursi Menteri Keuangan.
Ia berasumsi isu tersebut disebarkan untuk memengaruhi sentimen pasar. Namun, ia menegaskan masih menjalankan tugas dan tanggung jawab otoritas fiskal seperti biasa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menegaskan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan di tengah isu yang beredar mengenai kemungkinan pengunduran diri Purbaya Yudhi Sadewa.
Prasetyo mengatakan pemerintah saat ini justru fokus memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan nasional. (ant)






