BYD Indonesia Belum Berencana Naikkan Harga Mobil Meski Rupiah Melemah

Selasa, 19 Mei 2026
Arsip Foto - Tampilan mobil listrik BYD Atto 1 yang diperlihatkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (25/7/2025). (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Dengarkan dgn suara Siap
4.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – PT BYD Motors Indonesia memastikan belum memiliki rencana menaikkan harga kendaraan listrik dalam waktu dekat meski pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi biaya produksi.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perusahaan telah memperhitungkan berbagai kondisi pasar sebelum memutuskan berinvestasi di Indonesia.

Menurut dia, BYD tetap optimistis terhadap strategi bisnis yang dijalankan, baik dari sisi produk, harga, maupun program promosi yang disiapkan untuk konsumen di Tanah Air.

“Kami sudah mempertimbangkan kondisi seperti ini melalui kajian menyeluruh dan hingga saat ini tetap positif serta percaya diri dengan strategi produk, harga, dan promosi yang kami lakukan,” ujar Luther di Jakarta, Senin (19/5).

Meski demikian, Luther mengakui kemungkinan penyesuaian harga kendaraan tetap terbuka di masa mendatang apabila kondisi pasar berubah.

“Potensi itu tentu ada, tetapi saat ini belum menjadi strategi jangka pendek perusahaan,” katanya.

Saat ini, BYD tengah membangun fasilitas perakitan kendaraan di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi mencapai 150 ribu unit per tahun. Pembangunan pabrik tersebut disebut telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

Di pasar Indonesia, BYD telah memasarkan sejumlah kendaraan listrik, di antaranya Seal, Atto, Dolphin, dan M6. Produsen otomotif asal China itu juga terus memperluas jaringan pemasaran guna memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.