News Update
Live Update Berita Terkini

Banjir Pasuruan Capai 130 Cm, Ribuan Warga Terdampak

Selasa, 31 Mar 2026
Editor: Eky
Petugas menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan sebagai upaya penanganan darurat. (Sumber: kemensos.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
46.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan. Banjir terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB akibat hujan deras yang menyebabkan Sungai Gembong meluap dan merendam permukiman warga.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memastikan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kemensos telah mendistribusikan bantuan bencana banjir di Kabupaten Pasuruan. Kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” ujar Saifullah Yusuf seperti dikutip dari laman kemensos.go.id, selasa (31/3/26)

Bantuan yang disalurkan meliputi 1.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk siap saji, 200 paket family kit, 148 paket perlengkapan anak, 100 paket sandang bayi, 45 paket sandang anak, 34 paket sandang dewasa, 200 kasur, 200 selimut, serta 200 tenda gulung.

Seluruh bantuan dikirim dari Sentra Terpadu Soeharso di Solo menuju Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak.

Selain itu, Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna mengidentifikasi kebutuhan mendesak.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial, BPBD, aparat kepolisian, Tagana, serta unsur terkait lainnya juga melakukan evakuasi warga, dengan memprioritaskan kelompok rentan ke lokasi aman seperti aula dan kantor desa.

Data sementara mencatat sebanyak 3.898 kepala keluarga atau 11.694 jiwa terdampak banjir yang tersebar di Kecamatan Beji. Wilayah terdampak meliputi Desa Cangkring Malang, Kedung Ringin, Beji, Pagak, dan Gajah Bendo.

Hingga saat ini, pendataan jumlah pengungsi dan kerugian masih berlangsung. Tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka-luka.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 80 hingga 130 cm, merendam permukiman dan akses jalan. Curah hujan yang masih terjadi menyebabkan genangan air belum sepenuhnya surut.

Penanganan banjir melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur TNI/Polri dan relawan, guna mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

No More Posts Available.

No more pages to load.