Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Sesuai data dari Study Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting (Gagal tumbuh anak) di Kota Gorontalo turun menjadi 26,5 persen. Angka ini menjadikan Kota Gorontalo menduduki posisi kedua se Provinsi Gorontalo, setelah Kabupaten Bone Bolango diangka 25,1 persen.
Dalam kesempatan itu, Sekertaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid, mengatakan, hal tersebut merupakan upaya Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka stunting di Kota Gorontalo.
Namun disisi lain, Ismail menuturkan bahwa hal itu juga tentunya menjadi bahan evaluasi Pemerintah Daerah kedepan, untuk bisa menjadi lebih baik lagi dalam menurunkan angka stunting di Kota Gorontalo.

“Tentunya upaya – upaya dalam menurunkan angka stunting di Kota Gorontalo terus kita lakukan,” ucap Ismail kepada awak media usai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Gorontalo, bertempat di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Senin (21/02/2022).
Lebih lanjut, Ismail mengatakan bahwa dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Gorontalo, Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk juga dari kecamatan sampai ke kelurahan.
Selain itu kata Ismail, Pemerintah Kota Gorontalo juga sudah menerapkan program tancap nikah. Dimana salah satu programnya yang dilakukan adalah untuk bisa melahirkan generasi yang unggul dan tumbuh sehat.
“Program ini sudah kita lakukan kurang lebih tiga tahun terakhir dengan melihat dari sisi kesiapan dan kesehatan para pasangan. Jika ada riwayat penyakit, maka kita anjurkan para pasangan ini untuk melakukan penyembuhan terlebih dahulu sebelum pernikahan. Sehingga dengan begitu anak-anak kita di Kota Gorontalo bisa tumbuh dengan baik dan sehat,” tandasnya #[KP]







