oleh

Pernikahan di KUA Pulau Ternate di Dominasi Cewek

Laporan : Yadi / Editor : YR

TERNATE [Kabrpublik.id] – Kantor Urusan
Agama (KUA) Pulau Ternate mencatat angka pernikahan di Pulau Ternate mulai Januari hingga September 2021 telah mencapai sebanyak 117 pernikahan.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pulau Ternate, Hidayat Taufik katakan, angka ini bila dibandingkan dengn 2020 kemarin ada sedikit naik, yaitu kurang lebih sekitar 200 sekian. Meskipun di tahun ini belum masuk diakhir tahun.

“Tahun 2020 sebelumnya itu untuk per bulan ada sedikit naik, pada saat dimasa pertengahan pandemi,” ucap Hidayat di ruang kerjanya, Selasa (14/09/2021).

Tapi saat masuk 2021 angka pernikahan itu sudah mulai turun. Padahal biasa per bulan itu sampai capai 20 bahkan 25 pernikahan untuk di Kecamatan Pulau Ternate. Sekarang saat ini turun menjadi 19-14 bahkan sampai 10 pernikahan.

“Di bulan Juli itu kami hanya dapat 5 peristiwa pernikahan. Sementara bulan September berjalan ini kita baru capai 117 peristiwa pernikahan,” ungkapnya.

Biasanya September sampai Desember akhir bulan itu, dirinya katakan, pihaknya bisa mencapai 250 pernikahan. Namun
dari angka ini kemungkinan KUA Pulau Trnate tidak bisa capai, sebab pengaruh perekonomian masyarakat di lapangan.

Ia bilang, dari angka-angka ini mungkin warga masyarakat masih bebas mencari pekerjaan. Selain itu, ia mengungkapkan, di tahun 2021 ini sudah ada banyak persyaratan-persyaratan, salah satunya apabila harus keluar dibuktikan sertifikat vaksin.

“Makanya ada pengaruhnya dengan pernikahan, dan ditambah lagi faktor ekonominya. Itu mungkin yang menjadi kendala disitu,” kata Hidayat.

Kepala KUA juga menuturkan, dalam pernikahan ini yang paling di dominasi adalah cowok dan cewek. Sedangkan untuk janda dan duda kalau dalam satu bulan itu ada 3 sampai 4 yang masuk di dalam peristiwa pernikahan ini. Artinya setelah dia bercerai menikah lagi.

Hidayat juga menambahkan bahwa, yng menikah ini sudah memenuhi syarat UU, yakni usianya harus diatas 19 tahun. Apalagi di Kota Ternate sudah diperkuat dengn UU Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Yang jelas dibawah umur, kami tidak bisa laksanakan pernikahan. Dan kalau pun ada pernikahan dibawah umur tentu kita akan arahkan ke Pengadilan Agama untuk dilakukan despensasi nikah,” jelas Hidayat.

Diakhir wawancara Hidayat berharap, pertama, mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir, supaya aktivitas masyarakat termasuk aktivitas perkantoran juga bisa berjalan seperti biasa.

Harapan kedua, menyangkut dengan pernikahan ini mereka harus turut berperan aktif, bukan hanya KUA saja, tapi juga pembantu PPM, masyarakat, tokoh Agama, tokoh pendidikan, dan lain -lain untuk turut berperan aktif guna mengawasi pernikahan anak dibawah umur.

“Supaya anak dibawah umur ini jangan dinikahkan di kelurahan. Kalau pun sudah ada persetujuan orang tua dari kedua belah pihak, tapi harus dilakukan dispensasi, agar pasangan Suami Istri ini bisa tercatat, dan mendapatkan buku nikah dari KUA,” pintanya.

Sambung, artinya, kalau dibawah umur ini kemudian dinikahkan tanpa dilakukan dispensasi, maka mereka tidak tercatat dan tidak memiliki buku nikah dari KUA.

“Sehingga nanti dikemudian hari, ketika anak mereka itu lahir, ya justru bisa dirugikan oleh orang tua, karena tidak tercatat di KUA, akhirnya Akte kelahiran anak tidak bisa dibuat, dan lain-lain,” kata Hidayat mengakhiri.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed