oleh

SMKN 4 Kota Ternate Kedepan Akan Dibawah Kearah Perubahan

Laporan : Yadi / Editor : YR

TERNATE [Kabarpublik.id] – Kedepan nnti SMKN 4 Kota Ternate akan dibawah kearah perubahan, sejajar dengan SMK-SMK yang ada di Maluku Utara. Opsesi ini tentu semua kepala sekolah ingin membawah kearah perubahan.

Penuturan diatas disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Kota Ternate, Drs. Kamaludin Ahmad, MM. Ia mengatakan, perubahan seperti apa itu?, ya kedepan nanti baru dilihat rilnya.

“Saat ini saya belum bisa sampaikan rilnya seperti apa, jangan sampai kami punya cita-cita, rencana, dan visi-misi itu yang kami sampaikan menjadi hayalan, kemudian tidak direalisasi,” ucap Kamaludin di ruang kerjanya, Selasa (14/9/2021).

Intinya, ia bilang, pihaknya membahas hal ini ke arah perubahan. Nanti sambil berjalan baru dilihat bahwa, perubahan itu seperti apa. Namun yang pasti SMKN 4 dia bisa sejajar dengan SMK-SMK yng ada di Maluku Utara khususnya, dan di Indonesia pada umumnya, supaya bisa bersinergi.

“Ya, minimal kita jangan terlalu kalah jauh dengan SMK-SMK yang lain,” jelas Kamaludin. Sambil menuturkan, untuk sarana prasarana di SMKN 4 sendiri sejauh ini untuk tiga jurusan yang lama itu dari sisi sarana prasarana tinggal di
engineering saja oleh pihak sekolah.

Sementara jurusan listrik baru, yang ia gagas dan kembangkan itu untuk sarana prasarananya, ia katakan, masih minim. Tapi jurusan Nautika Kapal penangkap Ikan, jurusan Teknika Kapal Penangkap Ikan, dan jurusn Budidaya ikan air payau dan laut, ya masih bisa dilaksanakan itu.

Kamaludin juga menyampaikan, untuk membawah sekolah ini kearah yng lebih baik, tentu harus ada kerjasama yang baik dengan semua guru-guru dengan semangat di Advokasi. Sebab saat ini ada kurikulum – kurikurum berbasis Industri.

Lebih lanjut Kamaludin, artinya kalau memang output itu harus terpakai di Industri, dunia usaha, dan dunia kerja atau Iduka, maka sasaran akhir disitu.

“Bagaimana supaya ini bisa tercapai, ya kita harus kolaborasi dengan guru-guru.Tapi bukan hanya dengan guru-guru yang mengajar saja, namun kalau bisa dari Industri juga menjadi guru tamu, agar bisa mengsingkronkan,” jelas Kamaludin lagi.

Mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kota Ternate ini juga katakan, InsyaAllah kedepan kalau rencana ini bisa terwujud, kita akan buat singronisasi kurikulum SMKN 4 dengan Industri terkait yang berkaitan dengan kompetensi yang ada.

Untuk bagaimana muatan-muatan pada saat mereka output selesai dari SMKN 4 ini, siswa bisa terserap di dunia kerja. Seperti jurusan listrik misalkn kerjasama dengan PLN atau Asosiasi di ketenanga listrikan, agar benar – benar output itu bisa tersalur.

Selain itu, terkait dengan siswa saat ini masih minim di SMK Negeri 4, selaku penanggungjawab dan pimpinan SMKN 4, pertama yang harus dilakukan adalah mengajak semua guru-guru yang ada di sekolah untuk bagaimana mensosialisasikan sekolah ini ke seluruh masyarakat Maluku Utara yang kompetensinya diminati oleh adik-adik dari tamatan SMP.

“Kedua, kami juga mensosialisasikan Asrama yang saat ini dimiliki oleh SMKN 4. Ini salah satu pendekatan bagi siswa yang jauh dari orang tua. Kemudian dari latar belakang keluarga juga, ya kalau boleh mereka pakai sarana prasarana yang ada. Nah, untuk mekanismenya seperti apa, nanti disini baru kita atur,” ungkapnya.

“Ketiga, kita tidak boleh bosan, harus door to door, khusus di Kecamatan Pulau, yaitu dengan asumsi beberapa SMP sebagai pendukung ini bisa kita masuk dengan pendekatan, supaya kedepan itu siswa di SMK Negeri 4 bisa meningkat. Inti dari siswa meningkat ini, agar bagaimana kita punya pelayanan terhadap kita punya peserta didik itu baik,” sambungnya.

Menurut Kamaludin, apabila output itu bisa terserap, kemudian terpakai di masyarakat, otomatis masyarakat akan menyekolahkan anak – anak mereka di sekolah ini.

Kamaludin juga menambahkan, saat ini untuk di SMKN 4 ada kendala utama, yakni transportasi umum, khususnya di Kecamatan Pulau. Ini menurut informasi yang diterima oleh pihak sekolah. Tapi secara universal seperti di Kelurahan lain, itu hampir setiap jam, namun kalau di Kecamatan Pulau tidak seperti itu.

Akhirnya minat anak-anak untuk sekolah di SMK Negeri 4 menjadi satu kendala. Karena tranportasi umum beroperasi, ya yang jauh hanya di Jambula. Tapi kalau Kastela – Ruah menunggu, sehingga masyarakat dibeberapa Kelurahan di Kecamatan Pulau, saat mereka pulang pasar itu langsung berhenti di angkutan kota.

“Nah, kalau bisa pemerintah kota, dan pemerintah provinsi memfasilitasi SMKN 4 punya Bus sekolah tersendiri,” pintanya, dengan mengatakan, kalau boleh ada jalur transportasi rute khusus dari terminal Gamalama sampai ke Ruah.

“Dan kalau boleh dia punya verkuensinya perlu di evaluasi kembali. Apakah pagi atau sampai jam berapa, sehingga dia nanti menjadi rute reguler, seperti halnya di tempat-tempat yang lain, yang hampir setiap jam kendaraan umum melakukan aktivitas, agar kita dipermudahkan menggunakan transportasi umum,” pinta Kamaludin lagi.

Kalau tidak ada tindakan semacam ini, kata Kamaludin, maka ini akan menjadi satu kendala. Terkait dengan problem ini, pihaknya sudah melakukan langkah koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, dan Wakil Wali Kota Ternate.

“Jadi tanggapan mereka insya Allah nnti mereka evaluasi seperti apa. Mudah -mudahan apa yang sudah disampaikan itu di follow Up atau menindaklanjuti. Itu harapan saya,” harap Kamaludin.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed