oleh

Kanwil BPN Provinsi Gorontalo Laksanakan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Tanah Masyarakat

-BERITA-97 views

Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR

Gorontalo [kabarpublik.id] – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Tanah Masyarakat, bertempat di Aston Hotel Kota Gorontalo.

Tujuan kegiatan tersebut, untuk meningkatkan kompetensi di bidang pemberdayaan tanah
masyarakat, bagi para pelaksana kegiatan akses reforma agraria. Dimana materi
bimtek itu, membahas kebijakan pemberdayaan tanah masyarakat, memfasiklitasi, serta menyamakan persepsi dengan para pemangku kepentingan mengenai konsep pemberdayaan tanah masyarakat yang berkaitan dengan reforma agraria (penataan aset dan penanganan akses) dan singkronisasi data by name by address yang ada di Kementerian ATR/ BPN dengan data yang ada pada pemangku kepentingan terkait, serta data spasial tanah obyek Pemberdayaan Tanah Masyarakat dengan membangun koordinasi, kerjasama, dan sinergi seluruh unsur pemangku kepentingan terkait baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Field Staff Kanwil BPN Provinsi Gorontalo, Zulkifli Muhsin mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk saling mendukung dalam rangka penataan akses (access reform) dan penataan aset SHAT (Sertifikat Hak Atas Tanah).

Ia menjelaskan Penataan aset tujuannya untuk memberi kepastian hukum hak atas tanah. Sedangkan penataan akses di mana dari Reforma Agraria setelah disertipikasi agar tanahnya dimanfaatkan.

“Sehingga masuk ke kegiatan ekonomi yang tujuannya untuk memutus garis kemiskinan masyarakat,” ujarnya

Menurutnya, sertifikasi hak atas tanah ini tidak hanya semata-mata bertujuan untuk sebagai upaya tertib hukum dan tertib administrasi pertanahan saja, tetapi juga sebagai sumber kesejahteraan bagi pemilik tanah agar hidup mandiri dan berkelanjutan.

“Masyarakat yang sudah ada sertifikasi akan dibantu untuk pemberdayaan misalnya ada kelompok tani, kelompok nelayan, atau kelompok ternak itu dibantu, dan itu akan dilihat melalui pemetaan sosial akan diputuskan model pemberdayaan apa yang akan dibantu. Mereka juga akan dipermudah dan dijembatani untuk kerjasama dengan perusahaan untuk mengembangkan produk-produk mereka,” ucapnya

Untuk itu, Zulkifli berharap agar aset tanah masyarakat kiranya harus menjadi aset yang hidup dan dapat digunakan sebagai modal dasar untuk meningkatkan kesejahteraan, serta diharapkan juga dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh akses modal.

Pada bimtek tersebut, dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Gorontalo, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan. Dan yang menjadi pemateri dalam bimtek itu adalah Akademisi Universitas Negeri Gorontalo Wakil Dekan Satu Fakultas Ekonomi dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Perwakilan Dinas PMD Provinsi Gorontalo, Perwakilan Bank BRI Cabang Gorontalo, serta Perwakilan PNM Mandiri Cabang Gorontalo. #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed