oleh

Ditkesjaor Kemenkes dan PAKKI Melakukan Evaluasi Penerapan Prokes di Berbagai Tatanan Tempat Kerja di Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov [kabarpublik.id] – Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian kesehatan Republik Indonesia (RI) melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan di berbagai tatanan tempat kerja di Provinsi Gorontalo.

dr. Inne Nutfiliana, Adminkes Ahli Muda Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI mengatakan, dengan kondisi pandemi Covid-19 tentunya seorang pekerja harus beraktivitas di tempat kerja yang beresiko yang cukup besar tertularnya covid-19.

“Kami dari kementerian kesehatan mengevaluasi dan memonitoring di 34 Provinsi salah satunya di Gorontalo. Nah, kami melakukan di 3 kelompok tatanan tempat kerja yakni fasyankes berupa puskesmas, laboratorium, maupun rumah sakit kemudian di sektor Industri adalah perusahaan dan UMKM serta tempat fasilitas umum seperti hotel, pasar, bandara,” ungkapnya, Jum’at, (04/06/2021).

Inne menjelaskan juga, dalam aktivitas ini kami memotret bagaimana penerapan protokol kesehatan di Indonesia dan salah satunya di Gorontalo. Dan kata Inne, yang ditunjuk adalah Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

“Berdasarkan pengamatan sepintas, sebagian institusi di Gorontalo sudah menerapkan protokol kesehatan tersebut. Sayangnya, dari sisi masyarakatnya yang masih perlu ditingkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk perubahan perilaku, kata Inne Nutfiliana perlu ditingkatkan lagi mulai dari pemahaman masyarakat, pengawasan, dan penerapan sanksi. Agar supaya, perilaku masyarakat ini bisa menjadi terbiasa baik menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami bekerjasama dengan  tiga Organisasi Profesi (OP), Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia (PAKKI), Persatuan Dokter Spesialis Okupasi (PERDOSKI), dan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI). Jadi memang kami dari Kementerian kesehatan melakukan validasi data apa yang kami dapat dari tiga OP tersebut melakukan penilaian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman,SH., mengatakan, memberikan evaluasi kepada kami khususnya dinas kesehatan Provinsi Gorontalo apa saja yang sudah berjalan, ditingkatkan atau dioptimalkan nanti untuk dievaluasi kedepannya.

“Secara umum, tenaga kesehatan ini ketika bekerja secara khusus dalam rangka pengendalian covid-19. Nantinya Tim dari Kementerian kesehatan RI ini memberikan hasil yang sudah di Monitoring di Provinsi Gorontalo,” kata Yana.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia (PAKKI) DR. Robiana Modjo, SKM, M.Kes menjelaskan, kami ditugaskan untuk melihat sejauh mana implementasi perlindungan bagi tenaga kesehatan dalam penularan Covid-19, karena sampai saat sudah ratusan tenaga kesehatan meninggal dunia disebabkan oleh COVID-19.

Disisi lain, kata Dosen FKM-Universitas Indonesia ini, tenaga kesehatan seharusnya menjadi garda terakhir dari penanggulangan covid-19. Tapi, kenyataannya peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 masih meningkat, peningkatan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan juga meningkat. Untuk itu, peraturan Kementerian Kesehatan tentang bagaimana upaya perlindungan para tenaga kesehatan sudah dikeluarkan,  yakni Peraturan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan Peraturan Nomor HK.01.07/MENKES/327/2020 tentang Penetapan Coronavirus Disease 2019 akibat kerja sebagai penyakit akibat kerja yang spesifik pada pekerjaan tertentu.

“Evaluasi bagaimana implementasi peraturan tersebut yang menjadi tujuan dari kegiatan pada kunjungan kami ke puskesmas, rumah sakit, serta laboratorium kesehatan. Gorontalo ini menjadi salah satu wilayah untuk dilakukan monitoring dan evaluasi,” kata Robiana.

“Ini akan kita masukan kepada pak Menteri sejauh mana upaya perlindungan pada tenaga kesehatan,” sambungnya.

Laporan : Nancy Pembengo & Tim KP Gorontalo

Editor  : YR

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed