oleh

Satpol PP Tertibkan Reklame Melanggar

SLAWI [kabarpublik.id] – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal melakukan pembersihan puluhan reklame yang menempel dan terpasang di pohon. Aksi yang berlangsung, Selasa hingga Kamis (25-27/5) itu, menyasar sepanjang jalan protokol di wilayah Kecamatan Slawi dan Dukuhwaru. 

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Suharinto melalui Kepala Bidang Penegakan Perundangan Daerah Jeruri mengatakan, pembersihan dilakukan pada sejumlah reklame yang pemasangannya menyalahi aturan. Diantaranya reklame yang dipaku dipohon, tidak berijin / ijin kadaluarsa dan dipasang melintang jalan.

“Untuk penertiban kali ini, kita fokus reklame yang melanggar seperti dipaku di pohon, menempel pohon / tiang dan melintang jalan. Karena, selain telah mengurangi keindahan dan keasrian kota, juga dapat mengganggu kelangsungan hidup pohon,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan (Binwasluh) Satpol PP Moh. Solehudin menambahkan, kegiatan penertiban reklame mendasari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (Tibum) Bab V tentang Tertib Lingkungan, khususnya pasal 20 huruf (a), yang berbunyi “Setiap orang atau badan dilarang mencoret-coret, menulis, melukis, memaku, menempel iklan di dinding, atau di tembok pembatas, jembatan lintas, jembatan penyeberangan orang, halte, tiang listrik/telepon/rambu-rambu lalu lintas, pohon, kendaraan umum dan sarana umum lainnya yang dapat mengganggu ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan”.

Selain itu juga mendasari perintah dari Bupati Tegal agar tidak memasang reklame dipaku di pohon.

“Ini juga merupakan bagian dari penegakan perda khususnya Perda tibum dan upaya meningkatkan keindahan kota,” imbuhnya.

Solehudin juga mengimbau kepada masyarakat tidak seenaknya memasang papan reklame, spanduk dan banner. Sebab, selain mengganggu keindahan kota, juga mengganggu pengguna jalan.

Dirinya juga mengharapkan masyarakat memenuhi kewajibannya dengan membayar pajak reklame. 

“Kami menghimbau untuk tidak memasang reklame atau sejenisnya yang dipaku di pohon, karena akan merusak pohon tersebut. Mari kita jaga dan rawat pohon, karena pohon ini penting untuk kehidupan kita,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pembinaan kepada pengusaha yang memasang papan reklame / iklan tidak sesuai ketentuan ketentuan yang berlaku.

Laporan : Tim KP Jateng

Editor : YR

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed