oleh

Selenggarakan Halal bi Halal HABIB QODIR: GUBERNUR HARUS TEGUR BUPATI TEGAL

SLAWI, Jawa Tengah (kabarpublik.id) – Ratusan orang menghadiri acara Halal bi Halal, dan sekaligus tasyakuran peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-420, di Rumah Dinas Bupati Tegal, Slawi, Kabupaten Tegal pada Senin malam (17/5/2021).

Acara ini dihadiri banyak orang mulai dari Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal hingga masyarakat. Hal ini bertentangan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri yang tertuang dalam Surat Edaran nomor 800/2784/SJ, tentang Pelarangan kegiatan buka puasa bersama pada bulan Ramadhan, dan kegiatan Open House/Halal bi halal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/tahun 2021.

Surat Edaran itu memuat tentang larangan seluruh pejabat/ASN menggelar halal bi halal, guna menekan laju penyebaran virus Covid-19. Sebulan terakhir ini pemerintah pusat memang sedang berupaya semaksimal mungkin agar momen puasa dan lebaran tahun ini tidak menyebabkan adanya ledakan baru kasus Covid-19. Segala upaya dilakukan agar Indonesia tidak seperti India, dan negara lainnya yang mengalami ledakan penderita Covid-19. 

Namun dengan diselenggarakannya kegiatan Halal bi Halal tersebut, menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal tidak sensitif dengan upaya pemerintah pusat dalam menekan terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19.

Hal ini menyebabkan masyarakat pun tidak segan untuk menyelenggarakan kegiatan serupa yang menimbulkan kerumunan orang. 

Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari masyarakat kabupaten Tegal. Banyak pihak yang sangat menyayangkan diselenggarakan halal bilal di tengah pandemi yang masih tinggi jumlah kasusnya. Seperti disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Tegal Sayid Abdul Qodir, “Kami sangat

menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Tegal yang tidak sensitif dengan

upaya pemerintah menekan laju penyebaran virus Covid-19. Kejadian ini juga memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat yang masih berjuang

melawan Covid-19. Masih banyak pula cara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Tegal, tanpa harus membuat kerumunan, ” ujar anggota fraksi PKB ini. 

Anggota DPRD yang akrab disapa Habib Qodir ini, meminta Gubernur Jawa Tengah untuk menegur Pemkab Tegal agar lebih serius lagi dalam menangani pandemi Covid-19, dan tidak seenaknya sendiri dalam melakukan

aktivitas kedinasan di tengah pendemi seperti ini. 

Menurut dia, penanganan

wabah corona ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat saja. Harus ada sinergitas dan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Daerah. “Pak Ganjar selaku Gubernur Jawa Tengah, wajib menegur Bupati Tegal yang tidak patuh dengan intruksi Mendagri, agar tidak

terjadi hal yang seperti ini lagi,” tambah Habib Qodir. 

Hingga berita ini dibuat belum ada respon dari pihak Pemkab Tegal, terkait dengan penjelasan acara halal bihalal tersebut. Perlu diketahui, saat ini Kabupaten Tegal masih cukup tinggi dalam kasus penderita Covid-19. [KP]

Laporan: Tim KP Jawa Tengah

Editor: YR

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed