oleh

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU

KABARPUBLIK.ID – Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya kepemimpinan yang melibatkan partisipasi bawahannya dalam hal pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Dalam hal ini pemimpin bertindak berdasarkan kepercayaan, integrity, kejujuran, equality, keterbukaan dan mutual respect. Gaya kepemimpinan demokratis menunjukkan sebuah pengakuan dan juga perhatian terhadap orang lain dengan mendengarkan serta memahami dengan memotivasi bawahannya daam menggapai tujuan mereka.

Gaya kepemimpinan demokratis juga salah satu gaya yang paling efektif dan mempunyai tingkat produktivitas serta moral kelompok yang tinggi, karena gaya kepemimpinan demokratis mempunyai tingkat partisipasi anggotanya yang sangat tinggi dan juga dapat diterapkan pada kondisi dimana seseorang didalam kelompok mempunyai kapasitas yang tinggi dan keinginan untuk saling memberi. Oleh karena itu, menurut lewin pada kondisi tertentu yang membutuhkan waktu penyelesaian singkat, gaya kepemimpinan demokratis dapat menyebabkan kegagalan komunikasi dan proyek.

Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis, dan juga terarah karena kegiatan-kegiatan pengendalian dilaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab. Pembagian tugasnya pun disertai pelimpahan wewenang dan juga tanggung jawab yang sudah jelas sehingga memungkinkan setiap anggota berpatisipasi secara aktif pula.

Sutikno menyatakan bahwa kepemimpinan demokratis memiliki orientasi kepada manusia, dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Menurut kartono terdapat koordinasi pekerjaan terhadap seluruh bawahan, dengan menekankan terhdap tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerja sama yang baik.

Kekuatan kepemimpinan ini terletak pada dimana kesatuannya yang menjadi kekuatan dalam menjalankan organisasi tersebut. Kepemimpinan demokratis sangat menghargai potensi setiap individu yang terlibat didalamnya mau mendengarkan nasihat dan sugesti terhadap bawahan. Dan bersedia mengakui keahlian para special dengan bidangnya di masing-masing aspek mampu memberikan manfaat kapasitas setiap anggota yang sangat efektif mungkin pada saat dan kondisi yang tepat. Dengan kata lain menurut kartono menyebutkan bahwa kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan group developer.

Kepemimpinan demokratis bisa dikatakan efektif menurut Kartono apabila organisasi dengan seluruh bagian bagiannya berjalan lancar meskipun pemimpin tersebut tidak ada dikantor, otoritas sepenuhnya didelegasikan ke bawah dan semua orang menyadari tugas serta kewajiban sehingga merasa puas dan aman menyandang tugasnya, diutamakan tujuan-tujuan kesejahteraan pada umumnya dan kelancaran seluruh aspek dalam kelompok atau organisasi, dengan keadaan seperti pemimpin demokratis bisa dikatakan sebagai katalisator untuk mempercepat dinamisme dan kerja sama demi mencapai tujuan dengan jiwa kelompok dan situasi yang ada.

Dengan Gaya Kepemimpinan Demokrasi pimpinan secara tidak langsung memotivasi pegawai agar berpartisipasi dan bertanggungjawab dalam kegiatan organisasi. Pemimpin demokratis memiliki ciri-ciri antara lain, yaitu: beban kerja organisasi menjadi tanggung jawab bersama personalia organisasi itu, seorang bawahan oleh pemimpin dianggap sebagai komponen pelaksana secara integral harus diberi tugas dan tanggung jawab, disiplin akan tetapi tidak kaku dan memecahkan masalah secara bersama, kepercayaan tinggi terhadap bawahan dengan tidak melepaskan tanggung jawab pengawasan, dan komunikasi dengan bawahan bersifat terbuka dan dua arah.

Dan menurut pendapat Macgrefor, kepemimpinan yang demokratis akan berperan penting pada dirinya sendiri yang memposisikan dirinya sebagai fasilitator untuk membangun sinergi antara individu di dalam kelompok. Demokratic Ledership mengharapkan umpan balik dari bawahan sehingga dia melihat kondisi dan kebutuhan organisasi. Kepemimpinan demokrasi sangat memahami kesalahan dan lebih memilih reward dibandingan dengaan punishment.

Adapun ciri- ciri gaya kepemimpinan demokratis yaitu: (1) dalam sebuah diskusi semua yang terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan persetujuan dan bantuan dari pemimpin. (2). Langkah- langkah umum, ataupun kegiatan-kegitan umum untuk tujuan kelompok yang di buat dan jika di perlukan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin saran dan alternatif prosedur yang dapat dipilih. (3) lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi, (4). Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas di tentukan oleh kelompok. (5). Menekan kan dua hal yaitu bawahan dan tugas. (6). Pemimpin adalah obyektif dalam pujian dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok bisa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan.

Salah satu gaya kepemimpinan yang dapat dilakukan kepala sekolah adalah gaya kepemimpinan demokratis. Gaya kepemimpinan ini merupakan salah satu cara seorang pemimpin dalam melibatkan anngota untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara bermusyawarah atau dengan mau mendengarkan pendapat dan menghargai setiap potensi yang dimiliki anngotanya untuk mencapai satu tujuan. Gaya kepemimpinan demokratis merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan di lakukan di tentukan bersama antara pimpinan dan bawahan, atau antara kepala sekolah dengan guru-guru. Gaya kepemimpinan demokratis ini adalah gaya kepemimpinan modernis dan partisipasi yaitu dalam pelaksanaan kepemimpinan, semua anggota di ajak berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi.

Seorang kepala sekolah yang efektif harus mengetahui dan menyadari  dan memahami tiga hal yaitu :

  1. Mengapa pendidikan berkualitas di perlukan dalam sekolah tersebut
  2. Apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu dan produktifitas dalam lemabaga sekolah
  3. Bagaimana cara mengelola sekolah secara efektif untuk mencapai prestasi di sekolah tersebut.

Proses kepemimpinan kepala sekolah sangat erat kaitannya dengan gaya kepemimpinan yang digunakan, Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif adalah memiliki gaya kepemimpinan demokratis, terbuka dan lugas. Kepala sekolah yang melakukan gaya kepemimpinan demokratis besar sekali perhatiannya, baik dalam peningkatan kesejahteraan guru dan meningkatkan kinerja guru maupun pegawai. Berbeda dengan gaya kepemimpinan partisipatif yang lebih banyak mempercayakan kepada guru dan pegawai untuk mengorganisir pekerjaannya masing-masing. Dalam gaya kepemimpinan demokratis, kepala sekolah yang aktif dalam menentukan tugas dan tanggung jawab masing-masing guru, dan tetap melakukan pengawasan dalam pengawasan yang memadai.  Dilihat dari tipe kepemimpinan demokratis adalah pemimpin atau kepala sekolah yang menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelomponya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksanya tujuan bersama. Demokratis tidak datang tiba- tiba dari langit tetapi merupakan proses panjang melalui pembiasaan, penghayatan, dan dan pembelajaran. Untuk tujuan ini dukungan sosial  dan lingkungan demokratis adalah mutlak di butuhkan. Untuk itu gaya kepemimpian demokratis sangat di perlukan oleh kepala sekolah dalam menciptakan iklim dan budaya sekolah serta melaksanakan kepemimpinan yang efektif di sekolah. Dan oleh karena itu kepemimpinan demokratis yang digunakan oleh kepala sekolah akan berperan dalam memajukan sekolah secara keseluruhan dan bisa meningkatkan kinerja guru di sebuah sekolah.

Model kepemimpinan demokratis kepala sekolah akan berperan penting dalam pembentukan dan pembagunan iklim dan budaya sekolah, agar tercipta sekolah yang efektif dan bisa meningkatkan kinerja guru. Kepemimpinan demokratis dalam sekolah atau yang sering di sebut dengan kepemimpian demokratis dalam bidang pendidikan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah keberadaan nya di sekolah sangat penting karena kepala sekolah merupakan  motor penggerak bagi sumber daya yang ada di sekolah terutama guru, karyawan dan siswa. Karena begitu besarnya peran kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah dan meningkatkan kinerja guru, maka dapat dikatakan bahwa sebagian besar keberhasilan sekolah dipengaruhi oleh kualitas dari kepemimpinan kepala sekolah. Peran kepemimpinan kepala sekolah memberi pengaruh kuat dalam perencanaan dan keberhasilan secara keseluruhan termasuk dalam meningkatkan kinerja guru.

Lembaga pendidikan dipimpin oleh seorang kepala sekolah yaitu guru yang diangkat dan memiliki tugas tambahan untuk memimpin sekolah. Tugas kepala sekolah dalam proses kegiatan belajar mengajar lebih sedikit namun kepala sekolah memiliki tanggung jawab atas proses belajar mengajar yang terjadi di suatu sekolah. Dalam hal ini kepemimpinan kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru, karena kepala sekolah adalah seorang manager di sekolah yang bertugas membimbing dan mengarahkan guru untuk mencapai tujuan sekolah.

Gaya kepemimpinan demokratis merupakan gaya kepemimpinan modernis dan partisipatif, yaitu dalam pelaksanaan kepemimpinan, semua anggota diajak berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan hasil penelitian berikut menyatakan bahwa gaya kepemimpinan demokratis berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja guru akan lebih berhasil dimulai dari diri guru itu sendiri. Namun siapapun guru dan sehebat apapun bahkan dimanapun guru mengajar pasti pernah memerlukan dorongan dan penenguhan. Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan motivasi kerja. Guru yang termotivasi selalu berusaha meraih hasil yang maksimal, memiliki kesadaran dan tanggungjawab serta mampu menyelesaikan tugas sesuai waktu dan sasaran untuk mencapai tujuan.

Konsep kepemimpinan yang demokratis harus dapat di buktikan kepemimpinannya dengan arah tindakan seperti kebebasan pemikiran seorang atau kelompok seseorang menghasilkan tindakan yang bertanggung jawab, perbedaan penilaian dan kepercayaan dan manfaat perbedaan itu untuk lebih mendekati kebenaran motivasi perasaan, dan sentimen orang-orang yang mendorong dan mengarah kepada pemecahan masalah-masalah, dapat mencari pertimbangan antara kepentingan kelompok dan kepentingan umum, orang-orang memakai kecakapannya dengan efektif dalam menyelesaikan masalah-masalah serta orang-orang bukan saja memakai sumber internet, akan tetapi meluas keluar untuk melaksanakan imajinasi, inisiatif, dan kreatifitas, dalam menetapkan dan memecahkan masalah. Dengan demikian bila demokrasi mencakup hal tersebut, maka bukan saja potensi kebebasan berpikir seseorang meningkat melainkan orang- orang atau kelompok itu meningkatkan dalam penerapan itelegensi dan kebebasan berpikir berpikir untuk menyelesaikan masalah kelompok dan masyarakat.

Kegiatan kepemimpinan dapat disingkat atau berlangsung lama. Dorongan dapat datang dari anggota lain secara sukarela maupun datang dari luar. Bagaiaman juga kegiatan kelompok hendaknya memusat pada tujuan beriorientasi nilai, merangsang dan juga kreatif. Kegiatan kepemimpian merupakan kualitas interaksi yang memungkinkan penambahan dari pengertian mengenai orang-orang.

Sekolah hendaknya merupakan suatu lokal karya di mana demokrasi dibangun. Titik beratnya terletak pada tugas-tugas kepemimpinan pendidikan yang si teruskan kepada orang-orang demokratis karena kebebasan dan kewajiban untuk melakukan kegiatan yang bertanggung jawab yang lahir dari kebebsan itu, teori-teori baru yang membantu warga sekolah untuk mengulangi kesulitan-kesulitan gagasan baru yang membantu organisasi dan struktur situasi sekolah, dan akhirnya beberapa aspek problem dengan keperluan-keperluan mendesak untuk penyelidikan selanjutnya.

*Dosen dan Mahasiswa IAIN Batusangkar

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed