oleh

Lumpur Di Teluk Buli, Sahril Taher Anggota Komisi III DPRD Propinsi Malut Anggap Orang yang berikan Ijin itu adalah Orang Gila”

SOFIFI MALUT [KABARPUBLIK.ID] – Komisi tiga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Maluku Utara mengundang Pihak Pertambangan (PT Antam) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Energi Sumberdaya Alam dan Mineral (ESDAM) Propinsi Maluku Utara dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan agenda Pembahasan permasalan pembuangan limbah lumpur di Pertambangan PT Aneka Tambang (Antam) Kabupaten Halmahera Timur yang bertempat di Hotel Grand Majang Ternate pada hari Jumat kemarin. Sabtu (08/05/2021).

Seusai rapat dimaksud, Ketua Komisi III Sahril Taher kepada Wartawan Kabarpublik.id mengatakan, kejadian pencemaran keluarnya lumpur makin banyak di Marnopo Teluk Buli Halmahera timur, maka pihak komisi III meminta agar setiap perusahan harus punya amdal dan jangan menjadi alasan dengan curah hujan.

“Kondisi cuaca hujan itu tidak boleh menjadi alasan sebagai pencemaran hutan dan setiap perusahan tambang sudah memiliki desain bagaimana menaggulangi dampak lingkungan yaitu Amdal, Sebab Amdal itu merupakan dokumen yang mana masuknya perusahaan tambang Kemudian dampak lingkungannya sudah diantisipasi Didalam rencana itu,”Ucap Sahrin.

Sahril juga menambahkan, di daerah Marnooo merupakan daerah yang terjal alamnya dan tidak memiliki kaidah lingkungan hidup dan kenapa mengijinkan pihak Antam untuk mengexplorasi di lokasi tersebut dan kenapa harus di Marnopo.

“Dari Dinas DLH dan inspektorat pertambangan telah mewanti – mewanti jika pihak Antam melakukan explorasi di areal Marnopo. karena di areal tersebut merupakan daerah yang terjal dan disitu juga ada sungai.dan kenapa mengijinkan pihak Aneka Tambang (Antam) melakukan expolirasi jika lokasi tersebut tidak memiliki kaidah – kaidah lingkungan dan kaidah – kaidah tambang kenapa harus di Marnopo,”Ujarnya

Sahril juga bilang, lokasi Marnopo itu daerah lembah dan kenapa tidak mengexplorasi di tempat lain sebab pihak Antam memiliki 39.000 Blok yng ada di Teluk Buli dan mengijinkan Antam melakukan expolirasi di lokasi Blok Manopo itu adalah orang gila.

“Marnopo inikan lembah,sungai besar dibawahnya juga terjal dan orang yang mengijinkan dan menandatangani Antam melakukan explorasi Itu orang gila saja

Orang gila yang memberikan ijin kepada perusahaan aneka tambang yang melakukan penambangan di areal yang terjal”Tuturnya

Sahril juga mengajak kepada seluruh anggota Dewan untuk merekomendasikan kepada aneka Tambang kalau boleh jangan lagi mengexplorasi di Blok Marnopo dan pindah ke tempat yang lain.

“Saya akan mengajak kepada anggota DPRD untuk merekomendasikan Kepada aneka tambang Kalau boleh berhenti melakukan explorasi Lagi di blok marnopo silahkan dia lakukan ke wilayah yang lain karena dia punya 39.000 kenapa harus di marnopo begitu dan pihak dewan akan bersikap tegas dengan masaalah ini dan kalau bisa blok marnopo itu dihentikan saja,”Tandasnya.

Di tempat terpisah, pihak Antam yang turut hadir di wakili Ery Budiman kepada media menjelaskan bahwa pihak perusahaan sudah melakukan upaya dan pihak juga mengucapkan terima kasih kepada pihak anggota Dewan Komisi III dan juga dari Dinas DLH serta dari Dinas EsDM atas masukannya.

“Kami sudah melakukan upaya upaya dan kami juga ucapkan terima kasih kepada pimpinan serta dinas terkait atas masukannya dan semuanya itu demi kebaikan kami,”Jelasya

Ery Budiman juga mengatakan di arel Lumpur itu merupakan ada sungai Marnopo jika ada xurah hujan tinggai maka aliran sungai membawa semua material hingga ke laut.

“Di arel blok itu ada sungai Marnopo dan setiap curah hujan tinggi maka airmya mengalir membawa material dan sendimen – sendimen sampai ke pesisir pantai dan limbah itu bukan semuanya dari pihak Antam,”Pungkasnya #[KP] 

Laporan : Iswadi

Editor     : YR

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed