oleh

Dua Kali Mangkir, Koordinator BEM Provinsi Gorontalo Minta Hakim Tegas ke Gubernur Gorontalo

-GORONTALO-1.015 views

Gorontalo [KP] – Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Provinsi Gorontalo, Zakaria menyayangkan sikap Gubernur Gorontalo yang mangkir dari panggilan Majelis Hakim sebanyak 2 kali berturut-turut.

Sebelumnya, berdasarkan jadwal Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mengagendakan untuk menghadirkan Gubernur Gorontalo sebagai saksi atas dugaan kasus Gorontalo Outer Ring Road (GORR) pada Selasa (16/02/21) pekan lalu. Namun hal itu ditunda dikarenakan Gubernur Gorontalo tidak menghadiri panggilan tersebut. Dan hal itupun kembali terjadi usai JPU mengagendakan lagi pada Senin (22/02/21) kemarin. Namun naas untuk kedua kalinya, panggilan tersebut tak kunjung dihadiri oleh Gubernur Gorontalo.

Menurutnya, hal ini tidak menunjukan sifat dari seorang pemimpin yang notabenenya sebagai panutan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Zaki (Sapaan Akrabnya) kepada media kabarpublik.id, Selasa (23/02/21).

“Seharusnya, Gubernur Gorontalo selaku pimpinan tertinggi di Provinsi Gorontalo itu hadir memenuhi panggilan dan memberikan keterangan kesaksian. Bukannya Mangkir,” Celetuk Zaki.

Dengan tidak hadirnya Gubernur Gorontalo pada panggilan tersebut, menurut Zaki, merupakan sebuah tanda Tanya besar bagi seluruh masyarakat Gorontalo.

“Sangat disayangkan memang apabila tidak dihadiri, kecuali memang Beliau beralasan yang tidak bisa ditinggalkan seperti mengurus kepentingan Negara dan lain-lain,” tambahnya lagi.

Menurutnya, sebagai seorang Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie wajib untuk mengindahkan hal tersebut. Karena hal ini apabila tidak di lakukan maka akan mempengaruhi citra dari Gubernur itu sendiri.

Kedepan, dirinya berharap agar Gubernur dapat bersedia untuk duduk dikursi panas tersebut. Tak hanya itu saja, dirinya bahkan mencurigai dengan adanya kasus GORR ini elektabilitas dari seorang Gubernur akan terganggu.

“Kalau memang benar tidak tersangkut, berikanlah keterangan dan hadirlah sebagai seorang warga Negara yang baik, mematuhi prosedur dan ketentuan hukum. Supaya kami sebagai masyarakat tidak akan beranggapan hukum akan tajam kemana dan tumpul kemana,” ucap Zaki.

Dan apabila hal ini akan terjadi untuk ketiga kalinya, maka Zaki mengharapkan sikap dari Majelis Hakim untuk dapat mengambil langkah tegas.

“Harus tegas dalam menjalankan ketentuan dan prosedur hukum, jangan hanya karena pejabat kemudian takut untuk menjalankan prosedur. Dan semua itu sudah diatur dalam ketentuan hukum apabila yang bersangkutan 2 kali tidak hadir bisa dipanggil paksa,” tuntasnya #[KP]

Laporan : TIM KP Investigasi

Editor : Mahmud Marhaba

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed