oleh

JELANG PILREK IAIN SULTAN AMAI GORONTALO, PANITIA TRANSFORMASI TERBELAH?

Laporan : Tim KP Jakarta, Editor : Mahmud Marhaba

JAKARTA [KP] – Civitas IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam waktu dekat akan melaksanakan dua agenda besar yaitu Transformasi IAIN- UIN dan Pemilihan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kabarpublik.id mewawancarai Dr. Sahmin Madina selaku kordinator Transformasi IAIN -UIN Sultan Amai Gorontalo, yang saat ini berada di Jakarta menyampaikan jika dirinya saat ini mendapat tugas dari Rektor IAIN Sultan Amai Dr. Lahadji M.Ag, mengawal dan bekerja untuk transformasi IAIN – UIN.

“Kami sudah 1 tahun lebih mengawal dan bekerja untuk transformasi IAIN -UIN Sultan Amai Gorontalo, in sya Allah dalam waktu yang  tidak lama  IAIN – UIN akan terwujud, meski ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebagai persyaratan utama untuk melengkapi hal dimaksud,” ungkap Sahmin, Selasa (02/02/2021).

Ketika disinggung soal agenda pemilihan Rektor IAIN Sultan Amai serta kesiapan dirinya untuk maju sebagai calon Rektor, dirinya mengtakan jika masih fokus untuk menyelesaikan tugas dan amanah Rektor yang di emban kepada dirinya dan teman- teman panitia alih staus IAIN.

“Bagi saya silahkan  saja yang mau ikut kontestan Pilrek, yang terpenting  menurut saya adalah ajang Pilrek bukan ajang kepentingan orang atau kelompok, tapi Pilrek adalah ajang kontestan untuk membawa kampus ini menjadi kampus yang maju, dimana kampus menjadi pusat peradaban Islam dan menjadi kampus harapan masyarakat untuk kepentingan daerah dan negara,” ungkap DR. Sahmin Madina.

Beredar rumor jika panitia alih status terbelah. Ini dikarenakan adanya kepentingan oknum-oknum yang berkepentingan untuk suksesi Rektor, dan ada pula yang ingin segera  terwujud IAIN ke UIN. Bahkan ada oknum-oknum yang sengaja mau transformasi IAIN -UIN ditunda hanya karena sebuah kepentingan suksei Rektor. 

Mendengar hal itu, Sahmin menegaskan jika rumor tersebut adalah hoax. Namun kata Sahmin, jika benar info ini maka itu keliru dan terbalik.

“Justru menurut saya, UIN segera lahir sehingga level pemilihan Rektor lebih bagus dan lebih besar karena kontestannya bergelar guru besar, Profesor yang menjadi syarat utama Rektor UIN. Terlalu sempit dan mundur cara pikir kita, karena hanya ambisi ingin menjadi Rektor hingga mengorbankan proses transformasi IAIN -UIN. Abisi saya bukan untuk jabatan Rektor, tapi ke transformasi IAIN – UIN Sultan Amai Gorontalo,”ungkap Dr. Sahmin Madina yang merupakan dosen Politik Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo.#[KP/ril]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed