oleh

PRESIDEN PERINTAHKAN MENHUB, KNKT LAKUKAN PENCARIAN BLACK BOX PESAWAT SRIWIJAYA AIR

Laporan : Tim KP Jakarta, Editor : Mahmud Marhaba

JAKARTA [KP] – Pesawat Sriwijaya Air yang membawa 56 orang dan enam awak pesawat diketahui hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021, kemarin, sebagaimana disampaikan juru bicara Kementerian Perhubungan Adita. Pesawat yang dijawalkan mendarat di bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB hilang kontak di atas Pulau Lancang, Kepulauan Seribu kehilangan kontak setelah lepas landas dari Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 9 Januari 2021.

Pesawat Boeing 737-500 berusia 27 tahun itu teridentifikasi dengan nomor penerbangan SJ182 kehilangan kontak pada ketinggian lebih dari 10.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar 4 menit setelah keberangkatan dari Jakarta.

Sebagaimana dikutip kabarpublik.id melalui VOA bawah Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, menyampaikan sedikitnya tujuh kapal (KRI), yaitu KRI Teluk Gilik Manuk, KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI Cucut-866, KRI Tenggiri; ditambah dua sea-rider Kopaska dan dua kapal tunda telah dikerahkan untuk mencari keberadaan pesawat naas itu.

Bahkan, TNI Angkatan Udara juga telah menyiapkan beberapa helikopter dan pesawat dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta untuk mendukung operasi pencarian.​

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan untuk memaksimalkan pencarian badan pesawat dan penumpang Sriwijaya Air SJY-182 yang hilang kontak pada Sabtu kemarin. Menurutnya, Basarnas dan TNI telah mengerahkan kapal untuk mencari penumpang pesawat.

“Sudah dikerahkan kapal Basarnas sebanyak empat kapal, tiga kapal karet, dan kapal-kapal dari TNI Angkatan Laut. Di mana kapal-kapal sebagian sudah di tempat kejadian (TKP),” jelas Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers secara online, Sabtu, 9 Januari 2021.

Budi menambahkan pesawat Sriwijaya tersebut lepas landas (take off) pada pukul 14.36 WIB. Selanjutnya pada pukul 14.37 WIB pesawat diizinkan petugas untuk naik pada ketinggian 29 ribu kaki sesuai dengan prosedur. Namun, pukul 14.40 WIB pesawat sudah tidak dapat dihubungi oleh pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC). Petugas ATC kemudian menghubungi Basarnas karena pesawat hilang kontak.

“Dalam hitungan detik, target (pesawat) hilang dari radar,” tambah Budikarya.

Ada Dentuman Keras di Udara, Puing Pesawat Mulai Ditemukan

Mahyudin, salah seorang warga di Pulau Lancang, mengatakan kepada VOA mereka mendengar dentuman cukup keras di laut sekitar pukul 14.30. Cuaca saat itu hujan dan cukup gelap. Nelayan pulang sekitar jam 15.30 saing dan melaporkan ke polisi setempat. Mereka pun melihat serpihan pesawat di dekat perahu miliknya.

Sementara itu, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji meyakinkan jika pihaknya telah menemukan puing-puing atau ceceran barang di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Menurutnya, barang tersebut sudah diamankan di kapal Basarnas dan akan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diselidiki.

“Ada informasi yang kami terima dari masyarakat ditemukan adanya puing-puing. Puing itu ditemukan oleh Pospol Pulau Lancang. Pulau yang ada di sekitar pesawat itu kehilangan kontak,” jelas Bambang Suryo Aji.

Bambang Suryo Aji menjelaskan jika lembaganya dibantu TNI-Polri dan unsur lainnya dalam melakukan pencarian terhadap penumpang dan pesawat yang hilang kontak. Sedangkan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait pesawat yang hilang kontak tersebut. Menurutnya, KNKT juga sedang menyiapkan upaya pencarian black box pesawat Sriwijaya Air pada Minggu (10/01/2021).

Anggota Keluarga Mulai Datangi Bandara Supadio Pontianak

Beberapa media lokal di Pontianak melaporkan sejumlah anggota keluarga sudah datang ke bandara Supadio untuk mencari informasi tentang keberadaan keluarga mereka. Isak tangis tak terhindarkan ketika mereka mengetahui bahwa pesawat yang ditumpangi hilang kontak.

Di antara daftar penumpang tersebut, mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mulyadi dan istrinya, tetapi hingga berita ini disampaikan VOA belum dapat konfirmasi dari pihak keluarga.#[KP/Ril]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

News Feed