JAKARTAKOTA GORONTALO
Trending

CEGAH WARGANYA DIGUSUR, WALIKOTA GORONTALO TEMUI KEPALA DINAS BTB TNI-AU DI JAKARTA

Laporan : Ati Modjo, Editor : Mahmud Marhaba

JAKARTA [KP] – Kepedulian Walikota Gorontalo terhadap warganya yang berada di Leato Kelurahan Tenda yang kini telah menduduki dan mendirikan bangunan permanen atas hak tanah milik TNI Angkatan Udara (TNI-AU) bakal berbuahkan hasil.

Walikota Gorontalo saat berada di Jakarta menyempatkan diri mengunjungi kantor milik TNI-AU khusunya Kepala Dinas Barang Tidak Bergerak TNI AU, Kamis (19/11/2020) untuk memberikan kepastian atas nasib rakyatnya.

Marten Taha, Walikota 2 periode itu, kepada kabarpublik.id di Jakarta mengatakan dirinya menemui Kepala Dinas Barang Tidak Bergerak TNI-AU guna melakukan pembicaraan lebih lanjut atas rencana tukar hibah tanah milik TNI-AU.  

“Kami membicarakan penyelesaian aset tanah milik AU yang ada di keluarahan Tenda. Saya minta agar masyarakat jangan digusur, tetapi menukar tanah dengan nilai yang sama. Saling menghibahkan antara Pemda dan TNI-AU,” ungkap Marten Taha usai melakukan pembicaraan dengan pihak TNI-AU.

Terkait dengan status tanah tersebut, Walikota mengatakan tanah itu akan menjadi milik pemerintah daerah, dan menggantikan dengan tanah yang lain yang berada di Wonggaditi Barat Kota Utara yang telah bersertifikat, meski luas tanah berbeda, namun nilai NJOP-nya sama.

Terkait dengan keinginan pemerintah Kota Gorontalo, Kepala Dinas Dinas Barang Tidak Bergerak TNI AU, Marsekal Pertama TNI, Bowo Herutomo memberikan apresiasi atas upaya ini. Pada prinsipnya, Pihak TNI-AU sangat menghargai upaya Walikota, namun tetap masih menunggu persetujuan pemilik barang dalam hal ini menteri keuangan.

“ Jika sudah ada persetujuan, maka kita akan saling hibah. Kita hanya sebagai kuasa pengguna barang yang diamanahkan untuk aset yang kita gunakan,” jelas Bowo.

Dirinya pun mengatakan jika tanah yang rencananya diberikan Pemkot, sudah disetujui pimpinan dengan nilai kesetaraan meski luas berbeda.

“Semua tergantung ke Mabes TNI, tapi kita akan kejar supaya semua berproses. Untum itu kami mengusulkan agar tanah yang dihibahkan di pagar dan dibuatkan pos, karena ada rencana tempat itu bakal jadi tempat strategi dari Lanud,” ungkap Marsekal Pertama TNI, Bowo Herutomo.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker