oleh

JELANG MUBES, LAMAHU TERBELAH ?

Laporan : Ati Modjo (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

JAKARTA [KP] – Masyarakat Gorontalo lebih banyak jumlahnya yang tinggal di luar Gorontalo ketimbang di daerahnya sendiri. Mereka dihimpun dalam organisasi kemasyarakatan untuk memupuk rasa persaudaraan anak Gorontalo rantau.

Salah satu organisasi yang menghimpun masyarakat Gorontalo yang ada di perantauan khususnya di Jabodetabek adalah Lamahu.

Setiap 5 tahun, Lamahu pun menggelar Musyawarah Besar (Mubes) dengan memilih Ketua Umum serta memperbaharui AD-ART. Mubes pun siap digelar di Jakarta.

Berbagai persiapan dilakukan. Kandidat calon Ketua Umum (Ketum) bermunculan. Sebagai organisasi yang melahirkan kader pemimpin di era sekarang ini, Lamahu pun memiliki kantong-kantong suara yang siap menghantar Ketum Lamahu periode 2020-2025.

DR. Sahmin Madina, M.Si akademisi yang pernah berkecimpung dalam organisasi ini memberikan pandangannya terkait Mubes yang siap digelar itu.

Kepada media kabarpublik.id Sahmin Madina saat berada di Jakarta, Jumat (06/11/2020) mengatakan 3 hal terpenting dilakukan dalam momentum Mubes adalah 1. Sebagai wujud amanah organisasi untuk dijalannya yakni membentuk dan merumuskan AD/ART, 2. Merumuskan Program Kerja dan 3. Pemilihan Ketua Umum Lamahu.

“Dalam situais seperti ini sudah tentu terdapat gonjang-ganjing calon Ketua Umum, dan itu adalah hal yang wajar pada setiap Mubes atau Munas dalam organisasi apapun,” kata DR. Sahmin.

Namun, dirinya mendengar adanya Lamahu lain yang siap menggelar Mubes. Kata Sahmin, jika itu terjadi, maka agak merepotkan. 

“Secara substansi, orgnisasi akan lahir lagi dualisme Lamahu di Jakarta. Hal ini yang kurang bagus menurut tata kelola organisasi yang baik. Saya berharap tidak terjadi dua Mubes Lamahu,” tegas Sahmin sambil berharap agar Mubes Lamahu dibawah kepemimpinan Haris Bobihoe berjalan lancar dan sukses.

Ketua OC Mubes Lamahu, Saiful Ngiu yang dimintai keterangan soal indikasi Mubes tandingan menegaskan jika hal itu tidak benar. Namun dirinya mengatakan jika upaya Pilar-pilar yang memiliki hak suara dalam Mubes nanti melakukan penjaringan calon Ketum Lahamu kedepan.

“Isu perpecahan jelang Mubes Lamahu tidak banar, namun para Pilar yang memiliki hak suara sedang melakukan penjaringan calon Ketum itu benar karena mereka pemilik suara dalam Mubes nanti,” ungkap Saiful Ngiu kepada kabarpublik.id melalui jaringan telepon.

Ditanya soal calon Ketum yang siap membawa Lamahu untuk 5 tahun mendatang Syaiful enggan berkomentar.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed